Pasar Lelang Kopi Difungsikan, Perpendek Mata Rantai Niaga

TAKENGON-Momentum Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-8 yang digelar 20-23 Oktober 2016 di Takengon, dimanfaatkan oleh Bappepti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) untuk menyerahkan ijin pelaksanaan lelang kopi kepada satu perusahaan di daerah tersebut.

Menurut Bupati Aceh Tengah, (Pak Nas)‎ hal ini akan sangat berdampak bagi perkembangan tata niaga kopi di daerah itu.”Jelas dengan adanya pasar lelang kopi akan sangat berpengaruh, khsusnya memperpendek mata rantai niaga kopi,” ujarnya‎ disela kegiatan KKSI, minggu (23/10) malam.

Pak Nas mengatakan terbukanya pasar lelang memungkinkan antara buyer (pembeli) dengan produsen (penjual) dapat bertemu langsung dan melakukan transaksi sehingga saling menguntungkan.

“Melalui pasar lelang, kita harapkan ada perbaikan kesejahteraan petani kopi di Aceh Tengah,” tambahnya.

Sementara Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Irpan Anwar mengatakan, Aceh Tengah adalah penghasil kopi terbaik di Indonesia bahkan dunia.

Menurutnya, permintaan kopi dalam negeri terus meningkat, begitu juga negara-negara asing melihat komoditi kopi memiliki masa depan yang cukup baik.

“Kami terus mengedukasi pasar untuk lebih membuat harga kopi terus meningkat pada masa mendatang. Kepada petani kami juga berharap untuk menjaga dan merawat kopi dengan baik agar kualitasnya tetap terjaga,” demikian Irpan.(Wien Pengembara/Erwin SP/video)

Komentar Anda
SHARE