Pagelaran Tari Guel 100 Penari Warnai HUT Kota Takengon

TAKENGON: Ada yang berbeda pada peringatan Hari Ulang Tahun ke 441 Kota Takengon kali ini dengan tampilnya seratus pemuda penari Guel dari berbagai suku di Aceh Tengah.

Penampilan seratus penari Guel mengawali kegiatan pawai budaya yang diikuti boleh pelajar dan instansi pemerintah mengitari Kota Takengon, Sabtu (24/02).

Tari Guel biasanya dilakukan oleh seorang atau dua orang dan jumlah seratus penari ini adalah pertama dalam sejarah yang pernah ditampilkan.

Seratus penari Guel tersebut tergabung dalam Komunitas Pecinta Budaya Gayo, mereka sebelumnya sudah terlihat berlatih selama seminggu di lapangan Setdakab Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar bersama unsur Forkopimda, para Kepala SKPK dan instansi vertikal, pimpinan organisasi wanita serta sejumlah tokoh masyarakat tampak antusias menyaksikan penampilan tari Guel dan jalannya pawai Budaya.

Bupati dan seluruh tamu undangan terlihat mengenakan pakaian bernuansa Kerawang Gayo.

Menanggapi penampilan seratus penari Guel, Shabela mengatakan hal itu sebagai wujud membangkitkan budaya tari Guel di kalangan generasi muda.

“Tari Guel sarat dengan nilai budaya, karena itu akan terus diangkat terutama bagi generasi muda agar memahami budaya Gayo, diantaranya melalui tari Guel,” kata Shabela usai menyaksikan seratus penari Guel beraksi.

Sejak tahun 2016 lalu Tari Guel sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Jumlah yang mencapai 100 peserta ini menurut Shabela masih merupakan ujicoba, kedepan pihaknya akan mencoba dengan jumlah yang lebih massal.

“Seratus peserta ini baru ujicoba, nanti akan dicoba lagi dengan jumlah yang lebih banyak, ini dilakukan bukan untuk mencari rekor MURI tapi agar pemuda Aceh Tengah dapat mengambil nilai dan mewarisi budaya Tari Guel,” demikian Shabela. (REL)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!