Padi Diserang Antrak, Petani di Kecamatan Timang Gajah Gagal Panen

REDELONG:Para petani yang menanam padi varietas Infari 26-27 di Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, yakni di Kampung Kute Lah, terpaksa harus mengelus dada dan bersabar karena padi yang mereka tanam gagal panen akibat terserang penyakit antrak.

“Penyakit pada tanaman padi kami ini datang secara tiba-tiba setelah padi besar dan berbuah lebat, tiba-tiba buah padi kempes dan daun serta batang mengering,” ungkap Sahirmansyah, salah seorang petani.

Padahal, bibit padi yang diperoleh tersebut merupakan bibit bantuan dari pemerintah yang dibagikan oleh BP (balai penyuluhan). Sahirmansyah juga mengungkapkan ada dua jenis varietas yang ditaman oleh petani di daerah tersebut di antaranya, varietas infari dan varietas chiherang. “ Kami juga heran mengapa jenis infari yang gagal panen sementara jenis chiherang berhasil,” katanya.

Sebelumnya pada saat dikembangkan oleh BP di daerah itu jenis padi Infari tersebut berhasil sehingga banyak para petani yang melakukan penanaman. “Ja gankan mendapat untung modal saja tidak kembali padahal, kami mengeluarkan modal jutaan untuk bersawah,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut para petani tetap melakukan panen namun hasilnya tidak seberapa. “ Sebahagian padi masih bisa dipanen namun hasilnya tidak serapa cukup untuk bayar upah potong saja sebab jika tidak kami potongkan mubajir,” ujarnya.

Dampak dari gagal panen, para petani hanya mendapatkan 50 kaleng padahal, tahun sebelumnya hasil panennya mencapai 250 kaleng. “ Kami berharap, pemerintah berperan aktif dan mencari tau solusinya agar kedapan tidak terulang,” sebutnya.

Selain itu Ia juga berharap, pemerintah kedepanya memberikan bibit bantuan yang berkualitas dan sudah diuji sehingga petani yang menanam tidak lagi rugi akibat gagal panen”Sebenarnya untung menanam padi tidak sebarapa namun kami tetap menanam mengingat mahalnya beras yang dibeli dari pasaran,” katanya.

Para petani ini mengharapkan pemerhatian dari pemerintah” Biasanya kalo kami berhasil mereka mengambil foto namun kalo gagal seperti ini tidak ada perwakilan pemerintah yang turun dan menganalisa penyakit pada tanam padi ini,” jelasnya.(Uri)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!