Pacuan Kuda Tradisional Gayo, Harus Ada Pembenahan

0

TAKENGON- Pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka memperingati 440 tahun Kota Takengon berakhir dengan semarak.

Event daerah ini ditutup oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, Minggu 26 Maret 2017.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Tengah, Syukuruddin mengatakan pacuan kuda diakhiri dengan 14 race putaran final.

“Kami bersyukur sejak dimulai Pacuan Kuda pada tanggal 20 Maret lalu tidak ada kendala yang berarti,” ungkap Syukuruddin disela acara penutupan.

Ditambahkannya, event Pacuan Kuda tahun ini diramaikan oleh 349 ekor kuda,  jumlah tersebut lebih banyak 9 ekor dari tahun lalu dengan kuda yang ikut berlomba sebanyak 340 ekor.

Lebih rinci dari 349 ekor tersebut, masing-masing terdiri dari 180 ekor asal Aceh Tengah, 112 dari Bener Meriah dan 57 ekor dari Gayo Lues, dengan total hadiah yang diperebutkan dalam pacuan kuda kali ini sebesar Rp. 309 Juta.

Bupati Nasaruddin serta pimpinan daerah yang hadir turut menyerahkan trophy ditambah sejumlah uang pembinaan kepada joki dan kuda pemenang.

Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus ditingkatkan.

“Setiap digelar pacuan kuda akan disertai evaluasi untuk meningkatkan kualitas perlombaan agar lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin dari tahun ke tahun, jumlah kuda yang ikut berlomba semakin bertambah, hadiahnya juga semakin meningkat, sehingga penyelenggaraan pacuan kuda juga harus terus disempurnakan.

Nasaruddin menyoroti masih relatif ada para pihak yang “mencemari” event budaya pacuan kuda dengan perbuatan tidak terpuji seperti maisir dan khalwat yang memerlukan perhatian serta dukungan masyarakat untuk mengatasinya.

“Mari kita jaga event pacuan kuda dari pandangan negatif, Pemerintah Daerah harus dibantu oleh masyarakat untuk mengatasi kekurangan dalam setiap pelaksanaan pacuan kuda,” kata Nasaruddin.

Pacuan kuda tradisional Gayo di Kabupaten Aceh Tengah digelar 2 kali dalam setahun, diantaranya pada bulan Februari saat memperingati HUT Kota Takengon dan berikutnya pada bulan Agustus dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Akses darat dan udara yang semakin lancar ke Kabupaten Aceh Tengah turut mempengaruhi padatnya penonton pacuan kuda tradisional Gayo yang berlangsung, di arena HM Hasan Gayo Blang Bebangka.

“Akses darat dan udara yang semakin lancar membuat masyarakat dari luar daerah mudah datang langsung untuk menyaksikan final Pacuan Kuda,” kata Nasaruddin.

Lebih rinci Nasaruddin mengatakan, beroperasinya pesawat berbadan sedang ke Bandara Rembele di Bener Meriah semakin memudahkan masyarakat diluar Aceh ataupun masyarakat Gayo perantauan untuk datang ke Takengon dan menyaksikan pacuan kuda.

Semantara itu, akses darat ditunjukkan semakin baiknya eks jalan KKA yang menghubungkan wilayah Aceh Utara dengan Bener Meriah, sehingga masyarakat di pesisir utara Aceh lebih cepat menuju ke Takengon.

Lancarnya akses ke Takengon tersebut menurut, Nasaruddin akan diimbangi dengan pembenahan kualitas pacuan kuda dan infrastruktur dalam kota Takengon,  terutama jalan Tansaril – Simpang Kelaping yang merupakan akses utama menuju arena pacuan kuda HM Hasan Gayo.

“Peningkatan sarana dan prasarana jadi perhatian Pemerintah Daerah, terutama perbaikan jalan dari Tansaril ke Simpang Kelaping akan dilakukan tahun ini, sehingga pacuan kuda bulan Agustus mendatang diharapkan jalan sudah lebih baik dan tidak macet seperti sekarang,” demikian Nasaruddin. (Arsadi Laksamana)

Komentar Anda
SHARE