Objek Wisata di Bener Meriah Tidak Tersentuh Pembangunan

0

img_20160916_134638_1474008484940REDELONG -Kabupaten Bener Meriah adalah merupakan salah satu Kabupaten yang di tetapkan sebagai Kabupaten Perwisataan di Provinsi Aceh bahkan dalam mewujudkan Agrowisata Empat Kementerian RI telah berjanji mengelontorkan bantuan dana hingga hampir Setengah teriliun Rupiah.
Bahkan seluruh Forkopimda Plus Bener Meriah telah menanda tangani bukti dukungan Pembangunan Agrowisa pada saat  pembukaan acara pemilihan duta wisata 2016 yang di laksanakan pada Senin 25 Juli 2016 di Gor Bener Meriah melalui  Dinas Perhubungan Telemunikasi Informatika dan Parawisata ( Hubtelinpar ) Bener Meriah.

Miharbi, S.Sos mantan Kadis Hubtelinpar pada 2007 sampai 2012  dan pada saat ini Kepala Dinas Koperasi dan UKM pada Kabargayo Kamis ( 15/9 ) di ruang kerjanya menyampaikan, pada tahun 2007 yang silam saya sudah mengusulkan Program Wisata hijau di Lut Kucak yang berada dalam wilayah Kecamatan Bukit. dan program tersebut sudah di setujui kementerian Parawisata bahkan akan memberikan bantuan dana 7 milyar rupiah tapi untuk dua lokasi yaitu Lut Kucak dan Air Terjun Tansaran Bidin yang berada di wilayah Kecamatan Bandar. Ungkap Miharbi

Tapi sanggat di sayangkan pada waktu itu Dinas Kehutanan dan Perkebunan dimana dimasa itu sebagai Kepala Dinasnya dijabat oleh Darussalam tidak mau mengeluarkan Rekomendasi perizinan akibatnya program tersebut gagal, alasannya yang katanya hutan inilah itu lah padahal kementerian Parawisata sudah menyetujui bahkan sudah mengalokasikan dana bantuannya.

Miharbi menambahkan, melihat Keindahan yang dimiliki Lut Kucak dengan luas danau 2 hektar kita dapat menjadikan itu sebagai salah satu objek wisata di Bener Meriah ini, tujuan kita pada saat itu adalah menjadikan lut Kucak menjadi Wisata hijau dan bahkan kita akan menghijaukan kembali hutan hutan yang sudah di kelola masyarakat dengan menanam pepohonan di seputaran Lut Kucak itu, yang pastinya dengan penghijauan tersebut kita dapat menjaga kelestarian dan ekosistem hutan tersebut. Katanya.

Dan pada saat ini, saya sudah mengajukan program Wisata hijau itu kembali dengan mengajukan anggaran 40 milyar dari pusat dimana dalam perencanaan yang kita ajukan tersebut 10 milyar untuk pembanguna jalannya, 10 milyar pengelolaan objek wisata 10 milyar untuk pasilitan dilokasi wisata dan 10 milyar untuk penghijauanya. Namun dalam hal tersebut di setujui 10 milyar saja dan itu di serahkan pada Dinas Parawisa. Meski pun kita yang mengusulkan dan di alihkan ke dinas tersebut kita merasa tidak berkecil hati yang terpenting Wisata hijau tersebut dapat dibangun. sebut Miharbi.

” Dalam hal tersebut Kadis Hubtelinpar sangat terbuka untuk berkunsultasi dengan saya, dan dia bahkan sering meminta saran dan pendapat ” Dalam kesempatan tersebut Miharbi. Juga menyampaikan, Kabupaten Bener Meriah ini sebenarnya banyak tempat objek wisata namun sangat di sayangkan belum tersentuh sehingga kita minim tempat berwisata. Terang Miharbi ( Gona )

Komentar Anda
SHARE