Nyanyian Rumah Sakit Muyang Kute “Buruk Wajah Cermin Dibelah”

0
S. Zetha (Pemimpin Umum Kabargayo)

Apakah ada yang lebih buruk wajah birokrasi yang berfungsi melayani masyarakat, selain daripada saat warga masyarakatnya sakit lalu datang untuk berobat ke rumah sakit umum milik pemerintah, namun tidak dapat dilayani dikarenakan ketiadaan ketersediaan obat dan ketidak mauan petugas medis untuk melayaninya disebabkan mereka melakukan mogok kerja dengan dalih belum menerima bayaran hak pendapatan mereka selama 6 bulan, sehingga warga yang sakit itu kembali pulang kerumah atau terpaksa pergi ke rumah sakit umum lain, itulah yang terjadi (4/3) di RSUD Muyang Kute Kabupaten Bener Meriah. Dan selang dalam hitungan jam direktur RSUD Muyang Kute dicopot dari jabatannya lalu entah darimana tiba-tiba dana itu disiapkan ada.

Kenapa tragedi kemanusiaan dalam pelayanan masyarakat itu sampai terjadi ? semua pihak yang terkait saling lempar tanggung jawab dan tidak mau disalahkan. Apakah pemerintah tidak ada anggaran untuk membeli obat dan membayar petugas medisnya? Mustahil dan tidak masuk akal. Lalu apa yang terjadi sesungguhnya ?

Berbagai penilaian publik pun bermunculan atas penyebab terjadinya peristiwa yang menyayat nurani itu, mulai dari ketidak becusan penatalaksanaan sampai ketidak beresan dalam realisasi anggarannya hingga terpakainya anggaran itu untuk kepentingan lain.

Tak ada jalan lain agar preseden buruk ini jangan berulang kembali, kasus ini harus dibuka secara terang dan jelas, penegak hukum dan instansi yang berwenang harus segera memeriksa adanya indikasi pidana dan penyimpangan anggaran serta penyalahgunaan wewenang.

Di awal kepemimpinan Bener Meriah periode ini, publik di gegerkan dengan kasus korupsi dana bantuan mesjid dan di penghujungnya kita disontakkan dengan kasus RSUD Muyang Kute yang sangat memilukan hati ini. Mulai dari rumah ibadah sampai orang sakit, publik dalam penerimaan pelayanan masyarakat sungguh sangat memprihatinkan dan mengecewakan serta menampilkan wajah birokrasi yang buruk dan prilaku yang koruptif.

Bak kata pepatah buruk wajah cermin dibelah, bukan cermin yang salah tetapi wajah birokrasi yang tidak transparan dan tidak akuntabel serta penggunaan kekuasaan dengan diskresinya semau gue lah yang menjadi biang keroknya sehingga cermin memantulkan keburukan birokrasi, itulah nyanyian dari RSUD Muyang Kute.

S.Zetha (Pemimpin Umum Kabargayo)

Komentar Anda
SHARE