Nasir AK: Kami Belum Menerima Surat  dari Partai Golkar

0
Nasir AK

REDELONG : Nasir AK, menyikapi pernyataan Hendra Budian Korda Partai Golkar Bener Meriah Aceh Tengah yang menyatakan empat kader Partai Golkar diberhentikan dan hak politiknya dicabut dari pengurus Partai Golkar, Nasir AK mengatakan hingga saat ini belum menerima sepucuk suratpun dari Partai berlambang pohon beringin itu,  hal tersebut disampaikannya Via Seluler pada saat dikonfirmasi Kabargayo Rabu ( 2/11 ). 

“Atas dasar apa hak politik kami dicabut, karena sampai sejauh ini kami belum terima surat pemberhentian dari Partai Golkar  Saya  Sarkati, Jul Abri, dan Mahya hingga sekarang ini belum menerima surat pemberhentian sebagai pengurus DPD II Golkar Bener Meriah, untuk itu kami mempertanyakan apa dasarnya hak politik kami dicabut ” tanya Nasir AK. 

Ia mengatakan  seandainya mereka melakukan kesalahan, seyogyanya ditegur secara lisan maupun secara tertulis, namun hingga saat ini mereka belum menerima masalah tersebut. Kata Nasir AK. 

Lebih lanjut Nasir AK mengatakan, pihaknya tidak keberatan bila memang diberhentikan, “Sejauh itu sesuai dengan aturan yang ada dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ( AD/ART) partai, yang telah betul betul kami langgar namun sepengetahuan kami, tidak pernah melakukan kesalahan. Oleh sebab itu kami cukup merasa aneh dengan hak politik kami dicabut. Apakah kami makelar atau apa sehingga seperti itu” tanya Nasir AK.

Dan yang berhak memberhatikan kami Kata Nasir AK adalah  DPP, Bukan DPD. “Karena kami sangat paham dengan aturan partai Golkar, untuk itu saya menyarankan pada mereka agar mempelajari AD/ART partai Golkar dengan jelas”sebut Nasir AK.

Nasir AK mengakui Jika mendukung  Rusli M Saleh, “Itu kami lakukan karena ada beberapa hal pertimbangan kami, yang pertama beliau sebagai Plt Ketua Golkar dan beliau menjadi Plt Ketua Golkar bukan hasil Musda tetapi karena menyambung ketika itu  Tagore AB keluar dari Golkar”jelasnya.

Setelah Tagor keluar dari Golkar partai kemudin dilaksanakan Musawarah Luar Biasa ( Musdalub ), dalam Musdalub terpilih Rusli melanjutkan sebagai  Pelaksana Tugas Ketua Golkar. 

“Ketika Bang Rusli diangkat sebagai Plt Ketua Golkar, dia membenahi pengurus partai Golkar Bener Meriah mulai dari Desa, Kecamatan, sampai Kabupaten, dan tidak sedikit uang beliau habis dalam acara tersebut. Itu semua tujuan beliau agar partai Golkar sebagi partai besar semakin baik, dan juga beliau berharap nantinya dapat menggunakan perahu Golkar untuk maju dalam Pilkada 2017. Tapi apa penghargaan Golkar sebagai partai besar terhadap beliau,  malah beliau tidak bisa maju dari Partai yang di besarkannya”, papar Nasir AK. 

” Atas dasar tersebut saya harus membantu beliau, dan semua orang tau saya dengan Sarkati kader partai apa, menyangkut Plt Ketua DPD II Golkar Bener Meriah sekarang, itu memang wewenang DPD I tetapi DPD I  Tidak ada konfirmasikan kepada kami sebagai pengurus Golkar Bener Meriah, juga pada saat DPP mengeluarkan Surat Keputusan ( SK ) untuk merekomendasikan Ahmadi, saya dengan Sarkati juga sempat berangkat ke Jakarta guna mempertanyakan hal tersebut. Pada saat itu kami diberikan informasi dari Seribu Linga  dan kami berjumpa sama dia menyampaikan masalah di Bener Meriah“ ungkap Nasir AK. 

Setelah DPP mengeluarkan rekomendasi pada Ahmadi, Rusli dan Sarkati langsung berangkat ke Jakarta untuk mempertanyakan calon yang akan diusung Golkar, dan mereka bertemu dengan Ketua harian DPP Golkar, dia memberikan peluang Rusli maju sebagi calon Kepala daerah, akan tetapi kata Ketua harian tersebut tidak memakai perahu Golkar ( Partai Golkar ), karena Ahmadi  telah di rekomendasi yang dikeluarkan Jakarta. ” Ketika Bang Rusli maju wajar kalau kami membantu beliau, karena tidak ada konfirmasi dari DPD I, sehingga pengurus Kecamatan seperti Jul Abri, Mahya, dan Iskandar merasa bingung makanya mereka juga membantu bang Rusli”terang Nasir AK. 

Ada beberapa hal yang dipertanyakan, pihaknya terkait calon Bupati yang diusung Golkar,  syarat-syarat calon kepala daerah yang diusung oleh Partai ada beberapa kriteria, yakni betul-betul kader dan pengurus Partai, dan calon tersebut harus menyampaikan Visi dan Misi di DPD I Golkar, yang namanya diusulkan oleh DPD II Bener Meriah. 

Dari nama-nama yang diusulkan DPD II tidak ada nama Ahmadi, dan pihaknya tidak mengusulkan Ahmadi karena dia telah keluar dari Partai Golkar hal tersebut karena maju dalam Pilkada 2017 dari jalur Independen dan salah satu syarat maju dari independen harus mengundurkan diri dari Partai. Pada saat itu Ahmadi sudah menyampaikan surat pengunduran diri yang ditanda tanggani diatas Matrai 6000. Sebut Nasir AK.

Nasir AK berharap, siapa nantinya yang menang antara Rusli dan Ahmadi, partai Golkar harus bangkit, siapun pemimpin Golkar kedepan di Bener Meriah jangan sampai terjadi lagi semena-mena seperti sekarang ini. ( Gona ) 

Komentar Anda
SHARE