Nasib Empat Desa di Pegasing, Setahun Lebih PDAM Tak Mengalir

Air adalah kebutuhan vital, lalu bagaimana jika kebutuhan ini tak terpenuhi, hal inilah yang dirasakan empat kampung di Pegasing

TAKENGON: Lelah campur kesal, begitulah yang dirasakan Yuria, warga Blang Bebangka Kecamatan Pegasing Aceh Tengah, untuk memenuhi kebutuhan air bersih ia terpaksa menyuplai air dari mobil tangki dengan harga Rp.50.000 per tangki dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tawar Takengon.

“Kondisi seperti ini sudah hampir satu tahun, bahkan kami terkadang hanya menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, sumur bor tidak bisa ditempat kami, waktu itu ada tetangga menggali sumur bor namun dikedalaman 20 meter belum terlihat adanya air,” kata Yuria kepada media ini, Kamis (21/03/2019) di Takengon.

Nasibnya tak jauh berbeda seperti yang dirasakan warga lainnya yang terpaksa mengambil air menggunakan jerigen ke rumah penduduk yang tersedia air bersih.

Sedikitnya empat kampung yang tersebar di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah yang belakangan tak dialiri air PDAM. Diantaranya; Kampung Kung, Blang Bebangka, Simpang Kelaping dan Kampung Kayu Kul.

Hingga saat ini kata Yuria pihak PDAM belum memastikan kapan rumahnya itu akan dialiri air.

“Waktu air PAM masih hidup petugas sering lalu lalang disini, namun semenjak air mati petugasnya pun tidak pernah kelihatan, jikapun bertemu jawabannya hanya sebentar lagi hidup, itu selalu jawabanya,” jelas Yuri dengan nada kesal mengutip pernyataan pegawai PDAM lapangan.

Masyarakat lainnya Nuraini mengaku kesal dengan pihak PDAM. Pasalnya semenjak pengerjaan proyek jalan di Pegasing rampung belum terlihat tanda-tanda rumah mereka akan dialiri air.

“Sudah cukup sabar saya, hingga saat ini belum ada perkembangan, proyek jalan sudah lama selesai tapi kenapa air PAM belum juga hidup,” kata Nur.

Terlebih kata dia Ramadhan akan segera tiba, pastinya keluarga sangat membutuhkan air. “Ini puasa sudah hampir dekat, bagaimana nasib kami kalau tidak ada air,” pinta Nuraini.

M Daud SE, Direktur PDAM Tirta Tawar Takengon

Lalu apa kata pihak PDAM Tirta Tawar Takengon? saat dikomfirmasi M.Daud.SE, Direktur Perusahaan Daerah tersebut mengakui permasalahan ini.

“Permasalahan 4 kampung di Kecamatan Pegasing Aceh Tengah yang belum dialiri air itu sepenuhnya tanggung jawab dari PT.Nindya Karya (NK) yang sebelumnya melakukan pengaspalan jalan di daerah itu”ujarnya.

Daud juga menjelaskan, permasalahan ini sudah berlangsung satu tahun lebih.

“Kami sudah coba koordinasi namun terkesan kucing-kucingan, bahkan sudah berkali-kali kami surati tidak ada respon hingga saat ini,” jelas Daud.

Ia menyebut akan melaporkan permasalah itu kepada pihak yang berwenang sehingga permasalahan dapat tertangani dengan cepat.

“Persoalan ini bukan di PDAM kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Pihak NK beralasan ada material yang dipesan belum tiba di Aceh Tengah, apakah dengan rentan waktu satu tahun lebih bahan tersebut belum sampai,” keluh Daud.

Terkait ketersedian air untuk warga di empat desa tersebut sebelum adanya perbaikan, Daud menuturkan pihaknya bukan tidak mau menyediakan air dengan Mobil Tangki, namun tidak ada yang bertanggung jawab.

“Siapa yang akan bertanggung jawab?” tanya Daud.

Sementara itu, pihak NK hingga berita ini ditulis belum berhasil dikomfirmasi. Sampai kapan warga empat desa di kecamatan pegasing tersebut kembali menikmati air bersih? (KMD)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!