Nama Jalan di Bener Meriah Diharapkan Berlandaskan Budaya Gayo

0
Ketua Umum HPPBM-SU,  Eriza dinamika

MEDAN: Ketua Umum HPPBM-SU Eriza dinamika , salah seorang putra Bener Meriah yang saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu Universitas di Sumatera Utara berharap nantinya nama jalan-jalan di Bener Meriah harus berlandaskan budaya Gayo, agar nilai-nilai kebudayaan Gayo tidak hilang di kabupaten yang mayoritas dihuni oleh suku Gayo itu,  Senin (5/7/2017).
“Apakah kita tidak pernah berpikir tentang para pahlawan Gayo contohnya Aman Dimot, mengapa tidak ada nama jalan satu pun di beberapa di Bener Meriah yang mayoritas penduduknya adalah suku Gayo memakai nama jalan pahlawan Gayo?” tanyanya.

“Memang kita lihat sepele namun mengapa kita tidak pernah berpikir seperti itu bukankah pahlawan juga ada yang berasal dari tanoh Gayo”jelasnya lagi.

Ia menambahkan sebenarnya hal tersebut juga bisa mendongkrak kembali untuk berkembangnya suatu daerah khususnya dataran tinggi Gayo, apabila kembali memperkenalkan  nama-nama pahlawan Gayo sebagai nama jalan,”Walau kita tidak mengenal wajah mereka setidaknya kita tahu nama mereka dan tahu seperti apa perjuangan mereka”paparnya.

Menurut Eriza Dinamika, dirinya sudah jarang  melihat bangunan adat di tanah Gayo terutama di Bener Meriah, ia khawatir lama-kelamaan kebudayaan Gayo itu akan hilang ditanah Gayo itu sendiri.

“Bukankah suatu keresahan bagi kita apa bila hal ini sempat terjadi, banyak contoh yang bisa kita ambil salah satunya tempat kita untuk bertanya banyak hal yang menyangkut budaya Gayo namun yang kita dapat hanyalah minimnya jawaban, dengan kata lain sudah tidak ada lagi tempat kita untuk bertanya baik tentang budaya Gayo maupun sejarah Gayo yang sebenarnya”ucap Eriza.

“Dimanakah kebanggaan kita yang sebenarnya terletak terhadap Gayo sementara kita yang berdarah Gayo sendiri tidak mau tahu tentang sejarah Gayo, walau pun ada keinginan kita untuk mengetahuinya namun pada siapa kita bertanya, sangat disayangkan apabila keperdulian kita terhadap Gayo itu hampir punah” pungkasnya. (Suhardiman Asarga Linge)


Komentar Anda
SHARE