Murid SLB Pembina Pante Raya Mengaku  Trauma Kembali ke Asmara

0
Beberapa orang tua wali murid yang didampingi advokasi dari P2TP2A Kabupaten Bener Meriah melaporkan hal itu ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah pada Rabu (26/4/2017).

REDELONG : Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Pante Raya yang berada di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, merupakan salah satu sekolah yang menampung anak pendidikan berkebutuhahan khusus (Disabilitas) sekolah yang memiliki jenjang pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Keberadaan SLB Pembina Pante Raya juga telah di akui pihak Provinsi Aceh, karena sekolah tersebut memiliki banyak prestasi yang dimiliki anak murid disana dan sistem pembelajaran yang diterapkan sangat baik sehingga pihak Provinsi menjadikan SLB Pembina Pante Raya sebagai salah satu Sekolah pilot projek untuk memotivasi sekolah yang lain di Kabupaten Bener Meriah.

Namun sangat disayangkan, baru-baru ini mengguak berbagai permasalahan yang mendera anak didik disana, hal tersebut mulai terkuak sejak Kepala SLB Pembina Pante Raya ditahan pihak berwajib ( Polres Bener Meriah) karena dituduh melakukan tindakan asusila terhadap muridnya yang mengalami tuna grahita.

Tidak sampai disitu, persoalan lain yang juga sempat mengemuka terkait terlilitnya hutang kepala asrama SLB lantaran uang makan untuk anak asrama sebanyak 25 orang belum dicairkan hingga 8 bulan. Hal itu menyedot perhatian anggota DPRA dan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, masalah ini telah  ditangani oleh pihak provinsi.

Persoalan demi persoalan pun terus muncul kepermukaan yang diutarakan para murid SLB yang tinggal di Asrama SLB kepada orang tua mereka, dimana beberapa anak murid disana mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari kepala asrama mereka.

Tidak tahan mendengar keluhan anak-anak mereka karena sempat mengalami trauma yang tidak mau lagi tinggal diasrama tersebut, beberapa orang tua wali murid yang didampingi advokasi dari P2TP2A Kabupaten Bener Meriah melaporkan hal itu ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah pada Rabu (26/4/2017).

Mendengar apa yang disampaikan oleh orang tua wali murid SLB Pembina Pante Raya, Ketua Komisi D DPRK Bener Meriah Tgk Usman Yacub yang didampingi Ketua Badan Legeslasi ( Banleg) Tgk Muhammad Amin dan anggota Komisi A M. Isa Arita meresa miris mendengarnya, namun karena SLB pada sekarang ini merupakan tanggung jawab Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Ketua Komisi D tersebut memfasilitasi para orang tua murid SLB yang didampingi Sri Wahyuni dan Rosma (advokasi hukum P2TP2A) menyampaikan persoalan ini kepada Pelaksana tugas Bupati Bener Meriah Drs Rusli M Saleh.

Segala apa yang terjadi pada anak mereka sejak tahun 2016 yang dilakukan oleh Kepala asrama SLB Pembina Pante Raya, para orang tua wali murid membeberkan perlakuan Ansari selaku kepala asrama dihadapan Plt Bupati Bener Meriah.

Sikap yang bijaksana pun diambil Rusli M Saleh, SLB yang menjadi domennya Pihak Provinsi Rusli pun melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Ansani. Rusli juga menyerahkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib (Polres Bener Meriah) untuk menyelesaikan persoalan yang menderita beberapa anak murid SLB Pembina Pante Raya. (Gona) 

Komentar Anda
SHARE