MPD Bener Meriah Bahas RTL Program Pendampingan Komite Sekolah

0

REDELONG:Terkait dengan program pendampingan komite sekolah yang telah berjalan lebih kurang 3 bulan, Ketua MPD Bener Meriah H. Darwin SH, SE menggelar rapat tentang Rencana Tindak Lanjut (RTL) program pendampingan komite bersama komisioner MPD, Kamis 2/11 di aula kantor MPD.
Dalam rapat tersebut mantan Dikjar Bener Meriah itu mengatakan “Setelah dilakukan pendampingan terhadap 29 komite sekolah/Madrasah di 10 kecamatan dalam Kabupaten Bener Meriah selama lebih kurang tiga bulan dan evaluasi yang telah dilakukan terhadap program pendampingan tersebut, Majelis Pedidikan Daerah (MPD) akan terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas komite sekolah di Bener Merih sampai mencapai target yang diharapkan yaitu komite mampu membackup kekurangan sekolah”.

Ditambahkan, mengingat pentingnya pendampingan ini maka perlu adanya RTL pendampingan sampai komite benar-benar mampu dan mandiri memanajemen organisasinya sendiri serta betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh sekolah tambah Darwin yang hampir sebulan memimpin MPD.

Turham AG, Dosen STAIN Gajah Putih Takengon yang juga turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan “Dalam design yang dirancang program pendampingan ini, komite akan dijadikan sebagai suatu kekuatan yang mampu menopang kekurangan dan kelemahan sekolah, dalam arti keberadaan komite di sekolah harus membawa dampak positif untuk kemajuan dan perkembangan sekolah serta proses pembelajaran dan bukan untuk menandingi kepala sekolah, karena fungsi komite jelas tertera dalam permendiknas nomor 75 tahun 2016 pasal 2 yang diringi dengan tugas pada pasal 3” ujar Turham AG.

Gunawan Tawar Komisioner MPD menambahkan, “mengingat pentingnya program ini diharapkan komosioner MPD tetap menjaga kekompakan dilapangan. Terkait statemen Kadisdik Bener Meriah tentang komite sekolah di media sosial, kiranya dapat didiskusikan dengan MPD agar satuan pendidikan khususnya dikdas tidak merasa bimbang dalam mengimplementasikan permendikbud nomor 75 tahun 2016″sebutnya.

Fakhruddin, pegiat LSM dalam kesempatan yang sama menyampaikan “Berdasarkan hasil evaluasi tim pendamping komite sekolah, ternyata masih sangat banyak komite sekolah belum mempersiapkan administrasi komite serta struktur pengurus, tentunya ini menjadi tolak ukur ke depan bahwa peran kepala sekolah juga dalam penentuan dan menetapkan komite harus mengacu kepada Permendikbud 75 tahun 2016, jangan asal teken dan jadi, ketahuan masih ada dewan guru yg menjabat sebagai komite.

” Saya pikir dinas pendidikan juga harus ikut membantu dan memberikan pemahaman kepada kepala sekolah terkait degan menetapkan SK komite,
dibahas arti pentingnya komite bagi sekolah, merupakan organisasi penting dan tak terpisahkan dari sekolah yang menjadi kedudukan komite dalam rangka memperkuat sekolah”sebutnya.(THM)

Komentar Anda
SHARE