Monitoring dan Evaluasi Dana Desa di Gelar di Bener Meriah

0


REDELONG-Bupati Bener Meriah yang diwakili oleh Sekretaris daerah Drs. Ismarissiska, MM membuka acara monitoring dan evaluasi dana desa tahun 2016 di ruangan serba guna Kantor Kecamatan Timang Gajah, Senin (1/8/2016).

Acara yang di gelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Bener Meriah itu di ikuti oleh Kepala Inspektorat, Kepala BPM, Staf Ahli Bupati, Sekretaris DPKKD, Sekretaris BAPPEDA, Camat Gajah Putih, Forkopimda Kecamatan Gajah Putih, dan Timang Gajah, sejumlah Kapala Bagian Sekretariat daerah, para Banta, Petue Kampung, Reje Kampung dalam Kecamatan Timang Gajah, dan Kecamatan Gajah Putih, para pendamping desa dan pendamping lokal desa.

Camat Timang Gajah Sasmanto dalam kesempatan itu meminta agar peserta (Banta, Petue Kampung dan Reje Kampung) mempertanyakan hal apa saja yang selama ini dialami terkait dana desa, “Kebetulan disini telah hadir seluruh para ahli dari kabupaten, dan saya harap bapak-bapak dapat mengajukan pertanyaan apa yang selama ini menjadi kendala bapak-bapak dilapang,”pinta Camat Timang Gajah itu.

Sementara itu Kepala BPM Bener Meriah Riswandika Putra, SSTP. AP  dalam laporannya mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Dana Desa untuk menilai hasil pelaksanaan kegiatan peserta kualitas pembangunan dalam pelaksanan dana desa. Penilaian kinerja para pelaku dana desa dan untuk mengetahui realisasi pembangunan dana desa. “Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari seluruh Banta, Petue Kampung dan Reje Kampung Kecamatan Gajah Putih dan Timang Gajah,”kata Kepala BPM Bener Meriah itu.

Dia menambahkan, metode pertemuan hari itu adalah, penjelasan tim kabupaten dan tanya jawab oleh peserta. “Hasil yang kita harapkan dari pertemuan ini adalah dari kegiatan ini nantinya akan dijadikan dasar upaya perbaikan terhadap kelemahan dan mengatasi permasalahan yang terjadi, dan bahkan pengecekan hasil kegiatan dana desa melaui monitoring, evaluasi oleh satuan kerja pemberdayaan masyarakat dan instansi terkait,”terang Riswandika.

Bupati Bener Meriah dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekda Drs. Ismarissiska, MM meminta agar reje kampung jangan ada yang tersandung dengan masalah dana desa, “ Kami tidak mau bahwa reje kampung dan aparaturnya tersangkut dengan masalah hukum, gara-gara dana desa,”harap Sekretaris Daerah Bener Meriah itu.

Ismarissiska, meminta agar instansi terkait seperti Keuangan, BAPPEDA, Bagian Umum, Bagian Hukum, bagian Pemerintahan dan Inspektur untuk memperjelas dana desa kepada aparatur kampung, sehingga aparatur kampung dalam Kabupaten Bener Meriah ini tidak tersangkut hukum.

Selain itu Ismarisiska juga meminta agar Banta, Petue Kampung dan Reje Kampung untuk selalu mengedepankan transparansi terkait penggunaan dana desa, “Saya minta reje kampongjangan one man show, libatkan seluruh aparat kampung,”kata Drs. Ismarissiska. (Gona)

Komentar Anda
SHARE