Misriadi-Nasaruddin Lapor Dugaan Pelanggaran Pilkada Ke Panwaslih Bener Meriah

0

Misriadi dan Nasaruddin dan saat melapor ke Panwaslih Bener Meriah Selasa (21/2)

REDELONG: Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Misriadi-Nasarudin (MINA) nomor urut 2 mendatangi kantor Panwaslih Bener meriah untuk melaporkan dugaan pelanggaran Pilkada. Selasa (21/2).” Kita telah melaporkan kecurangan yang dilakukan oleh pasangan nomor urut 3 Ahmadi-Syarqawi kepada Panwaslih Bener Meriah, terkait pelanggaran yang dilakukan saat minggu tenang pihaknya telah membagikan kartu petani mulia kepada masyarakat dengan di iming-imingi uang Rp 1 juta” ungkap Misriadi didampingi oleh Nasarudin kepada wartawan.

Misriadi menambahkan pihaknya menemukan bahwa saat minggu tenang telah  terjadi pelanggaran aturan dan berkampanye dengan mengumpulkan masyarakat serta membagi kartu petani mulia kepada masyarakat dengan dijanjikannya diberikan uang. “Itu melanggar undang-undang Nomor 10 Tahun 2016” sebutnya.

Hal yang senada juga di ungkapkan oleh pasangannya Nasarudin, iya menambahkan, pihaknya telah mengatongi sejumlah bukti seperti halnya, video, rekaman, kartu petani mulia dan mengumpulkan beberapa orang saksi sebagai penguatan laporan tersebut.

Iya menyampaikan, laporan tersebut bukan hanya dari pihaknya saja namun mereka juga didukung oleh lima pasangan calon terkecuali pasangan nomor urut 7, “ Beberapa timses sekarang hadir dan jika laporan ini tidak diteruskan kami akan melaporkan ke yang lebih tinggi” ucapnya.

Semantara itu, Ketua Panwaslih Bener Meriah Khairul Akhyar melalui Divisi Hukum dan Penindakan Ramdona, SH menyampaikan, telah menerima laporan Paslon nomor urut 2 dan sejumlah tim sukses paslon lainnya.” Terkait laporan tersebut saat ini sudah ditangani oleh Sentra Gakkumdu Panwslih Bener Meriah” ujarnya.

Iya menyampaikan, pihaknya akan segera membahas laporan untuk mengetahui apakah laporan tersebut memenuhi unsur dan masuk ke dalam kategori tindak pidana umum maupun tindak pidana administrasi. 

Ramdona menambahkan, laporan yang disampaikan tersebut adalah berupa dugaan penjanjian uang di beberapa desa dan pembagian kartu petani mulia hal tersebut di perkuat dengan bukti selebaran kartu petani mulia dan saksi dari tiga desa.

Sementara untuk adanya bukti  rekaman suara dan video, Ramdona mengatakan terlebih dahulu harus memiliki izin dari pengadilan, sehingga  pihaknya mengaku belum menerima bukti berupa rekaman.” Untuk pelanggaran seperti ini Gakkumdu akan membahas jika ini dinyatakan ranah pidana akan naik ke proses penyelidikan” jelasnya. (Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE