Merugikan Petani, Mata Rantai Ekspor Kopi Gayo Terlalu Panjang

Tagore AB (‘Photo:Lintasgayo.co)

TAKENGON-Mata rantai eksportir kopi Gayo terlalu panjang sehingga merugikan petani dan hanya menguntungkan para broker yang tidak berpihak kepada petani. Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPR RI dari partai PDI Perjuangan, Ir Tagore AB di sela-sela seminar Temu Komunitas Pengembangan Kopi Gayo yang digelar di Aceh Tengah , Jumat (21/10/2016).

“Mata rantai tersebut harus dipangkas, agar nilai jual kopi Gayo di petani menjadi tinggi,  hal yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana caranya agar para eksportir kopi atau para petani kopi sendiri bisa mengekspor langsung dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, tidak melalui Sumatera Utara”ujar mantan Bupati Bener Meriah ini.

Ia juga menambahkan potensi kopi Gayo adalah 2 ton perhektarnya sementara itu saat ini produktivitas kopi Gayo hanya 700 kilo perhektarnya” Bukan hanya itu, para eksportir kopi, juga seringkali berhutang kepada petani kopi pengumpul, hal ini merugikan petani kopi Gayo” kata Tagore.

Selain masalah tadi, saat ini mayoritas keadaan tanah di Bener Meriah dan Aceh Tengah kadar asamnya tinggi sehingga perlu dibangun pabrik dolomit” Hal lainnya perlu dilakukan adalah pengawasan terhadap fee yang diberikan para buyer kepada petani kopi Gayo, diawasi agar fee tersebut sampai kepada para petani kopi, tidak seperti yang pernah terjadi di Bener Meriah, fee tersebut tidak diterima petani”sebut Tagor.

Kopi Gayo telah dikenal oleh dunia, dengan cita rasa yang khas. Perkebunan kopi Arabika di Bener Meriah dan Aceh Tengah dan sebagian kawasan Kabupaten Gayo Lues adalah terluas di Asia. Sayangnya kemasyuran kopi Gayo di dunia tidak sebanding dengan nasib petaninya yang tetap tertatih-tatih.

“Untuk mengatasi itu semua, terutama untuk memangkas mata rantai ekspor kopi Gayo, Pemerintah harus hadir, agar petani sejahtera”tandas Tagore.(Wien Pengembara)

Komentar Anda
SHARE