Merasa Disepelekan, Petugas Damkar Aceh Tengah Demo Minta Sekretaris BPBD Diganti

TAKENGON: Merasa disepelekan oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Mauiza Uswa puluhan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menggelar aksi protes di posko induk.

“Kami tidak terima dengan perkataanya yang mengucilkan keseharian kami bekerja di pemadam kebakaran. Ia menyebut pekerjaan kami di pemadam lebih kecil dari BPBD bahkan hanya secuil sambil mengibaratkan melalui jari tangannya,” kata Samsu Rijal, Kamis (17/05/2019) malam.

Atas pernyataan Mauiza Uswa itu petugas pemadam kebakaran merasa tersakiti, mereka meminta Mauza minta maaf kepada seluruh petugas pemadam kebakaran yang bertugas di Negeri penghasil Kopi Arabika itu. Bahkan katanya, seluruh petugas sepakat Mauza dicopot dari jabatanya.

“Ini bukan yang pertama kali kata-kata itu dilontarkan kepada petugas pemadam, sebelumnya dalam prosesi baris berbaris sempat dilontarkan, namun kami diam, kali ini kami sangat merasa tersakiti karena dilontarkan di depan umum melalui pengeras suara saat menggelar simulasi kebakaran di Bank BRI Takengon dihadiri oleh seluruh pegawainya bahkan ada dari Bener Meriah,” keluh Samsu dengan nada lirih.

Pernyataan Mauza Uswa yang menyebut “Pemadam kebakaran hanya segelintir kecil dari BPBD” disampaikan saat menggelar simulai di kantor BANK BRI Takengon. Dihadiri oleh 6 petugas pemadam kebakaran dari setiap regu. Kegiatan simulasi itu dilaksanakan saat pihak BANK BRI Takengon menggelar acara buka puasa bersama.

“Kami telah mempertaruhkan nyawa sebagai petugas pemadam kebakaran, namun disebut hanya sebagian kecil dari BPBD, kami minta pimpinan untuk mengganti Sekretaris BPBD Aceh Tengah, jika tidak hal seperti ini dikhawatirkan akan terulang kembali,” tutup Samsu singkat.

Aksi protes terhadap pernyataan Sekretaris BPBD Aceh Tengah itu digelar Kamis (16/05/2019) sekira pukul 23.00 wib, dihadiri oleh petugas pemadam kebakaran yang tersebar di 5 Kecamatan di Kabupaten itu, diantaranya, Kecamatan Linge, Jangong, Silihnara, Ketol dan Kecamatan Bintang.

Aksi protes itu langsung diterima oleh Kepala BPBD Aceh Tengah Thamrin El Asri, sempat melakukan audiensi, namun petugas meminta Sekretaris BPBD Mauza Uswa dihadirkan dihadapan petugas untuk meminta maaf.

Tak lama kemudian, Kepala BPBD Aceh Tengah langsung menjumpai Mauza Uswa dikediamanya, Namun usaha itu gagal lantaran Istri dan Anak Sekretaris BPBD itu sedang dalam keadaan sakit.

“Saya mewakili Sekretaris BPBD Aceh Tengah telah menyampaikan permohonan maaf kepada petugas Pemadam Kebakaran, karena yang bersangkutan istri dan anak nya sedang sakit, ini hanya Miss Komunikasi,” kata Thamrin.

Terkait tuntutan petugas yang menggelar aksi protes itu Thamrin menyebut akan menyampaikan ke pimpinan dalam hal ini Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah. “kami akan teruskan ke pimpinan, sebenarnya ini hanya salah pengertian, semoga kedepan tidak sembrono dalam mengambil kebijakan, kita ambil hikmahnya saja,” tutup Thamrin.

Pukul 00.30 Wib seluruh petugas pemadam kebakaran yang menggelar aksi protes pernyataan sekretaris BPBD Aceh Tengah itu kembali ke posko masing-masing menggunakan armada kebakaran yang sebelumnya disiagakan di beberapa titik di negeri berhawa sejuk itu.(Karmiadi)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!