Menyoal Pesangon Karyawan, Pihak Hyundai Sebut Tak Kangkangi Aturan

  • Whatsapp
Mr.Le saat memberi penjelasan tentang PHK dan pembayaran pesangon karyawan yang telah diberhentikan. (Photo/Arinos)

Kabargayo.com, Takengon; Tindak lanjut dari laporan sejumlah mantan karyawan pihak Hyundai ke DPRK Aceh Tengah terkait pesangon yang masih tersendat dibayarkan oleh perusahaan tersebut selanjutnya akan dibahas di kantor Dinas Tenaga Kerja setempat.

Titik temu dari polemik pembayaran pesangaon itu akan dibahas disana. sedangkan pihak perusahaan mengaku sudah membayar pesangon karyawan sesuai dengan undang-undang yang ada.

Read More

“Setiap bulanya kami melakukan pengurangan karyawan, karena volume pekerjaan sudah mengecil, akumulasi secara keseluruhan sudah mencapai 93 persen, jadi hampir rampung. Bagi karyawan yang sudah diberhentikan, sudah kami bayarkan pesangonya, menurut hemat kami itu sudah sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata pria yang kerap disapa Mr.Le disampaikan oleh juru bicaranya, Kamis (16/04/2020) di Aula DPRK Aceh Tengah dihadiri oleh pihak terkait.

Menurut Mr.Le, kegiatan-kegiatan perusahaan dipastikan akan segera rampung, melainkan kegitan-kegiatan besar masih dalam proses yaitu berada didaerah Sikiren dan di daerah Remesen. Selebihnya dalam proses finishing.

Perihal tersebut perusahaan melakukan PHK terhadap karyawan yang ada di perusahaan Korea itu. Sebanyak 721 orang lagi diprediksi menunggu di PHK oleh pihak perusahaan. Bukan karena alasan emergenci. Saat ini perusahaan hanya memberlakukan jam siang bagi karyawan.

“Sebelumnya ada dua Shift yaitu Shift malam dan Shift siang, saat ini tidak ada lagi Shift malam hanya ada Shift siang, karena jumlah kerja sudah mengecil maka dilakukan pemberhentian (pengurangan pekerja-red),” papar Mr.Le kepada ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega sembari menyebut, pihaknya membayar pesangon sesuai dengan Upah minimum Provinsi.

Sementara itu Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Tengah Kautsar meminta tindak lanjut dari pembahasan iotu dibahas didinas tersebut dihadiri oleh pihak terkait yang bisa mengambil kebijakan terkait permintaanh sejumlah karyawan untuk dibayarkan pesangon sesuai dengan Undang-Undang nomor 13 tahun 2003.

“Kita harap dalam musyawarah ini mendapatkan titik terang terkait pembayaran pesangon sejumlah karyawan PT.Hyundai,” pinta Kautsar diamini oleh seluruh peserta yang hadir. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts