Menyangkut Pilkada 2024, Mualem Akan Temui Presiden

  • Whatsapp
Ketua umum Partai Aceh saat menyerahkan Pataka Partai Aceh kepada Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Tengah (Photo/kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: Ketua umum Partai Aceh Muzakir Manaf mengaku akan menemui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membicarakan tentang kekhususan Aceh tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) selama lima tahun sekali.

Hal itu akan dia lakukan, jika komitmen perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki tidak diakui pemerintah pusat.

Read More

“Menyangkut Pilkada di Aceh tetap dilaksanakan tahun 2022, kita harap pusat sesuai dengan komitmen perjanjian MoU Helsinki,” kata pria yang kerap disapa Mualem itu, Minggu 27 Maret 2021.

Saat ini kaya dia, tengah proses lobi-lobi dengan pusat, menjelaskan ke pusat sesuai jadwal yang telah disepakati.

“Kami akan temui Presiden, menyangkut waktu bertemu tergantung waktu luang Presidenn. Jika upaya kita tidak dihargai (ditolak) bisa jadi kita ajukan ke Mahkamah Konstitusi,” timpal Muzakir Manaf.

Sejauh ini katanya, Pemerintah kurang serius dalam menjalankan Pilkada 2022, karena bertolak belakang, sedangkan DPR RI sepakat Pilkada di Aceh digelar tahun 2022.

Lain itu, Muzakir Manaf turut digadang menjadi Calon Gubernur Aceh. Hal itu mencuat dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) pengurus Partai Aceh dan pelantikan pengurus Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Tengah di Gedung Olah Seni (GOS) setempat.

Sedangkan untuk Wakil Gubernur kata Mualem, masih bersifat rahasia, namun tidak menafik kemungkinan dari wilayah tengah. “Bisa jadi dari wilayah tengah,” kata Mualem sembari berlalu dengan senyuman. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts