Menjelajahi Keunikan Gunung Leuser

Gugusan Gunung Leuser, (photo: Mongabay.co.id)

Keindahan dan keunikan gunung Leuser merupakan salah satu kekayaan yang tidak habis untuk digali. Situs Warisan Dunia tempat hidup hewan-hewan langka dan tumbuhan eksotis.

BLANGKEJEREN: Gunung Leuser sebagai gunung ke dua dalam barisan gunung tertinggi di Sumatera dan di urutan ke-12 dalam barisan gunung tertinggi di Indonesia mempunyai keunikan tersendiri. Letaknya berada di Provinsi Aceh, masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, salah satu taman nasional tertua di Indonesia dan  ketinggian puncak yang mencapai 3.404 mdpl.

Beragam Flora dan Fauna Unik Dilindungi

Gunung Leuser yang masuk dalam Taman Nasional Gunung Leuser,  merupakan laboratorium alam terdapat 380 spesies burung dan 205 spesies mamalia dan merupakan bentangan hutan hujan tropis yang mampu menentukan iklim di kawasan pulau Sumatera. Hutan ini juga merupakan tempat hidup Badak, Orang Utan, Gajah dan Harimau Sumatera. Bukan itu saja, di hutan ini terdapat  89 spesies fauna langka dan dilindungi diantaranya adalah Siamang, Rangkong Papan Gunung Leuser, Anjing Hutan dan Beruang Madu serta Gajah Sumatera dan yang paling terkenal adalah Orang Utan.

Bukan hanya terdapat hewan langka  yang dilindungi, Gunung Leuser juga mempunyai  tumbuh-tumbuhan langka  Sekitar 8.500 spesies tanaman yang berbeda tumbuh di pantai, rawa-rawa, dataran rendah, gunung dan ekosistem tanaman pegunungan dari Ekosistem Leuser. Dari 10.000 spesies tanaman yang tercatat dalam Wilayah Indo-Malayan, 45% ditemukan dalam Ekosistem Leuser. Tanaman-tanaman menakjubkan seperti Rafflesia (bunga terbesar di dunia) dan Amorphophallus (bunga tertinggi di dunia) merupakan beberapa tumbuhan yang dilindungi di Leuser.

Situs Warisan Dunia 

Secara yuridis formal keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser untuk pertama kali dituangkan dalam Pengumuman Menteri Pertanian Nomor: 811/Kpts/Um/II/1980 tanggal 6 Maret 1980 tentang peresmian 5 (lima) Taman Nasional di Indonesia. Menteri Pertanian tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Direktorat Jenderal Kehutanan Nomor: 719/Dj/VII/1/80, tanggal 7 Maret 1980 yang ditujukan kepada Sub Balai KPA Gunung Leuser. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa diberikannya status kewenangan pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser kepada Sub Balai KPA Gunung Leuser.

Pada tahun 2004 Taman Nasional Gunung Leuser masuk dalam Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera  masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Taman Nasional Gunung Leuser menyandang dua status yang berskala internasional yaitu sebagai Cagar Biosfer yang ditetapkan di tahun 1981 dan sebagai World Heritage pada tahun 2004. Kedua status tersebut ditetapkan oleh UNESCO dan World Heritage Committee atas usulan pemerintah Indonesia setelah melalui rangkaian proses seleksi yang ketat.

Cagar Biosfer didefinisikan sebagai kawasan ekosistem daratan atau pesisir yang diakui oleh Program Man and the Biosphere UNESCO (MAB-UNESCO) untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam. Sedangkan status TNGL sebagai World Heritage, diberikan UNESCO dalam World Heritage Convention (Konvensi Warisan Dunia) pada tanggal tahun 2004. Saat itu, Taman Nasional Gunung Leuser menyusul Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Lorentz yang lebih dulu menyandang predikat World Heritage.

Jalur Pendakian Terpanjang di Asean

Untuk ke puncaknya dibutuhkan waktu sekitar 10-14 hari. Pendakian Leuser dapat dilakukan melalui tiga jalur, yakni Kedah, Agusan, dan Meukak. Ekosisem Leuser yang terletak pada 3-4º LU dan 97-98º BT, yang meliputi 100 km sepanjang Pegunungan Bukit Barisan dan membentang dengan batas ketingian 0 – 3455m dari permukaan laut.

Di Taman Nasional Gunung Leuser ada tiga puncak yang letaknya berdekatan, yakni Gunung Leuser (3.444 mdpl), Puncak Leuser (3.319 mdpl), dan Puncak Tak Punya Nama yang terpaut sekitar 100 meter dari Puncak Leuser.

Di Leuser juga terdapat Padang sabana merupakan padang rumput yang sangat luas dan indah. Biasanya kawasan ini digunkan pendaki sebagai tempat summit attack untuk menuju puncak Loser.

Puncak Loser merupakan yang tertinggi dari puncak Leuser. Puncak ini mempunyai ketinggian 3404 mdpl, dan hanya berdampingan dengan puncak gunung Leuser yang merupakan rentetan Bukit Barisan yang memanjang di sepanjang pulau Sumatera. Ketika sampai di puncak Leuser pendaki akan disuguhi pemandangan indahnya Taman Nasional Gunung Leuser dan pemandangan  ombak yang tampak samar dari kejauhan pada sisi selatan diantara kabut tipis yang tampak. (Arsadi Laksamana)

Komentar Anda

SHARE