Menjaga Danau Lut Tawar Untuk Keberlangsungan Ekosistim

  • Whatsapp
Pemandangan di Sungai Pesangan (Hulu danau Lut Tawar-red) bagi masyarakat lokal sudah biasa. Namun yang menjadi luar biasa adalah kuranya debit air, tanpa kita sadari. Kita semua telah melupakan betapa pentingnya alam untuk kehidupan masa depan. (foto-Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; Debit air Lut Tawar, Kabupaten Aceeh Tengah setiap tahunya terus menyusut. Kondisi ini bisa saja karena faktor alam cuaca ekstrim, lain itu karena berkurangnya daerah resapan atau tangkapan air, dikawasan pinggiran danau kebangaan masyarakat Gayo itu.

Penyusutan ini diperkirakan terjadi sejak 5 tahun terakhir. Melihat dari dekat, penyusutan bisa terjadi lebih dari dua meter, bahkan lebih. Hal ini jika terus dibiarkan anpa solusi dari pihak terkait, bukan tdak mungkin Danau Lut Tawar akan menjadi cerita satu cerita dikemudian hari.

Tentu hal itu tidak kita inginkan terjadi. Selama ini ada beberapa kalangan dengan bentuk sosial dan tangungjawab secara lembaga melakukan penanaman pohon dikawasan pinggiran danau, namun tampaknya kalah dengan dugaan Ileggal loging kian marak di hulu danau, serta seputaran pinggiran danau.

Melihat kondisi ril saat ini, danau Lut Tawar bukan saja terjadi penyusutan yang drastis, lain itu kotoran atau sampah rumah tangga yang mengalir ke danau serta “sampah” jaring ikan masyarakat yang duibuang sembarang ke dasar danau.

Danau Lut Tawar menjadi tong sampah besar, merusak segala ekosistim ada di dalamnya. Dengan kondisi ini ada beberapa species ikan telah hilang dari Danau Lut Tawar. Lut Tawar yang selama ini kita kenal sebagai tempat lokasi wisata juga menjadi tempat mencari nafkah sebagian warga Takengon.

Kadis Lingkungan Hdup dan Kebersihan, Subhan Sahara mengatakan, keberlangsungan danau menjadi tanggungjawab masyarakat Aceh Tengah. Artinya kita sebagai warga lokal harus berani untuk menyelamatkan danau kebanggan kita itu.

“Kita harus berani menjaga keberlangsungan danau itu. Tangungjawab kita masyarakat lokal. Menjaga dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga lingkungan danau itu sendiri, dengan tidak melakukan penebangan hutan,” ajak Subhan Sahara.

Danau Lut Tawar menjadi lokasi even perlombaan yang mendatangkan “ekonomi” bagi masyarakat setempat. Menjaga danau adalah keharusan yang harus kita tanamkan sedini mungkin ke generasi berikutnya. (foto-Kabargayo)

Lain itu keberadaan Ikan Depik (Rasbora Tawarensis) yang menjadi penghuni tetap Lut Tawar saat ini juga sudah mulai kehilangan musim. Menurut warga pinggiran danau, saat ini musim Ikan Depik sudah tidak menentu.

Nah, apakah itu terjadi karena kedalaman danau mulai kumuh dan di ikuti dengan pendangkalan danau, memang belum ada pembuktian. Tapi alangklah baiknya dari sekarang kita memulai untuk sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

Bupati Aceh Tengah dalam beberapa kesemptan menyampaikan, masyarakat jangan lagi membuang sampah sembarangan ke dalam danau. “Kalau terus danau menjadi lokasi pembuangan sampah, satu saat danau akan hilang. Dengan begitu, hilang juga satu aicon daerah yang kita banggakan ini,” ujar Shabela. (KG45)   

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.
  • Whatsapp

Related posts