Menikmati Senja di Taman Kota Takengon

Pemugaran area sekitar Tugu Aman Dimot untuk dijadikan taman kota telah merubah wajah kota Takengon. Inovasi yang telah ditunggu lama. Tinggal menjaga fasilitas ada yang supaya tetap terawat.

 

Bola berwarna kuning terbuat dari semen berjejer rapi. Pola kotak-kotak seperti papan catur tampak mencolok   diantara ramainya lalu lintas di jalan protokol depan kantor Sekdakab Aceh Tengah. Berdampingan dengan traffic light depan Polres Aceh Tengah, tempat ini menjadi pilihan tepat jika ingin menikmati suasana kota Takengon.

Beberapa remaja terlihat bercengkrama sembari berphoto selfi. Saat
hari cerah, aktivitas disini semakin semarak, tak hanya para remaja, beberapa keluarga juga tampak hadir dan menikmati senja. Semenjak rampung dibangun, tempat ini semakin ramai di kunjungi.

Berdekatan dengan masjid Agung Ruhama Takengon dengan deretan
pohon yang rindang. Deretan bangku-bangku yang sengaja dibuat untuk tempat bersantai sekedar melepas penat disela rutinitas.  Saat cuaca sedang cerah, bersantai di taman ini semakin mengasikan bersama udara sejuk pegunungan.

Terletak persis diarea Tugu Aman Dimot,  taman kota ini menjadi
“sesuatu” yang baru di Takengon dan telah merubah wajah kota Takengon. Ada suasana yang berbeda yang dirasakan ketika berada di tempat ini untuk sekedar melepas lelah atau menikmati hiruk pikuk kota takengon.

Bagi masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues hingga masyarakat Alas di Kutacane, nama Aman Dimot harum karena kisah heroik perjuangannya. Pembangunan tugu Aman Dimot yang tepat berada di depan halaman kantor bupati Aceh Tengah ini sendiri sengaja dibangun untuk mengenangkan sosok pahlawan dari Gayo ini.  Pemerintah Aceh Tengah bahkan telah mengusulkan nama Aman Dimot sebagai pahlawan nasional, bersanding dengan nama besar pahlawan Aceh lainnya seperti Cut Nyak Dien, Panglima Polim dan yang lainnya.

“Selama ini tidak ada tempat seperti ini di Takengon, sebagai warga Takengon kita sebenarnya sangat butuh seperti ini” ujar Tawar salah seorang warga Takengon.

Senada dengan itu, Rahmad warga Takengon lainnya menberikan
apresiasi kepada pemerintah Aceh Tengah melalui dinas terkait yang telah “membuat” tempat seperti ini.

“Kita sebenarnya menunggu adanya taman kota di Takengon yang
bisa dijadikan tempat nongkrong seperti yang ada di kota-kota besar lain di luar daerah, kita sangat mendukung” kata Rahmad.

Belakangan tempat ini juga kerap dijadikan latihan didong oleh sejumlah pelajar. Mereka duduk bersila dan bersenandung diantara tepukan didong.  Hamparan rumput bawah Tugu  Aman Dimot memang tempat yang pas untuk melakukan aktivitas-aktivitas seperti tersebut.

“Menyenangkan berada di taman ini, selain bisa menikmati
suasana yang berbeda juga bisa  jadi tempat berkreasi di tengah kota” kata Tawar, ia berharap Pemerintah Aceh untuk menambah pasilitas pendukung lainnya, sehingga orang berkunjung semakin merasa nyaman.

Taman kota ini adalah salah satu bentuk upaya pemerintah Aceh
Tengah di masa kepemimpinan Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar bersama wakilnya H. Firdaus SKM untuk  melengkapi fasilitas dan kebutuhan untuk mewujudkan Takengon sebagai kota layak huni. Apa yang dimaksud adalah layak huni untuk anak, untuk orang tua juga untuk generasi muda bahkan untuk masyarakat luar yang berkunjung ke daerah ini.

Shabela sebelumnya menyampaikan upaya untuk mewujudkan kota
Takengon yang layak anak sedang berproses. Ada tiga lokasi direncanakan Shabela akan dijadikan taman bermain anak di Kota Takengon, diantaranya Lapangan Musara Alun, area Tugu Aman Dimot di halaman Kantor Bupati dan Lapangan Tenis Pendopo yang akan dibongkar dan dijadikan area publik.

“Kita sangat sadar bahwa anak adalah investasi jangka panjang yang
akan meneruskan dan menjaga kualitas kehidupan masyarakat di masa depan,” ujar orang nomor satu di Aceh Tengah ini.

“Taman kota ini sebenarnya belum seluruhnya rampung dengan
keterbatasan anggaran dan kemampuan daerah yang ada namun demikian kita terus berupaya mewujudkan Kota Takengon jadi kota layak huni” Jelas Shabela.

Ia berharap masyarakat khususnya warga Takengon memberikan
dukungan dalam  upaya menciptakan kota  layak huni, salah satunya
dengan menjaga pasilitas yang ada sehingga tetap terawat.

Pariwisata adalah salah satu sektor andalan daerah Aceh Tengah.
Dipastikan dengan semakin banyak kunjungan wisatawan dapat mendongkrak perekonomian. Untuk mencapai semua itu, dibutuhkan kesiapan semua pihak termasuk kesiapan masyarakat. Dengan menjadikan Aceh Tengah menjadi kota layak huni bagi anak, hadirnya taman kota yang nyaman juga akan akan menjadi magnet kunjungan wisata. (Arsadi Laksamana)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!