Menguak Sejarah Gayo Melalui “Sarasehan Rumah Adat Gayo “

0

Sejarah Kependudukan di Tanoh Gayo, perlahan mulai terungkap. Penelitian-penelitian yang terus dilakukan melalui penggalian di situs Loyang Ujung Karang dan Loyang Mendale, serta beberapa tempat dalam radius kawasan Danau Lut Tawar, bertujuan untuk menguak sejarah yang telah lama terpendam. Penelitian yang melibatkan Balai Arkeologi Sumatera Utara, diharapkan mampu membuka sejarah tentang Penduduk Asli Tanoh Gayo.

TAKENGON-  Asal muasal Penduduk Tanah Gayo yang dikupas mendalam, membawa sedikit perubahan terhadap Mitologi sejarah awal mula tentang peradaban yang terjadi di Gayo. pembahasan tersebut tertuang dalam pagelaran acara “Sarasehan Rumah Adat Gayo” di oproom Setdakab Aceh Tengah, Rabu 29/3/2017, selain bertujuan menyimpulkan penduduk asli Gayo yang telah ada sejak jaman prasejarah, juga bertujuan membahas tentang kelanjutan nasib situs-situs sejarah yang telah ditemukan di kota Takengon tersebut.

Sarasehan Rumah Adat Gayo melibatkan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Banda Aceh, SKPD Aceh Tengah, Ketua Majelis Adat Gayo, Balai Arkeolog SUMUT, pihak Polres Aceh Tengah, Kodim 0106 Aceh Tengah, serta Masyarakat Adat Gayo dan element kemasyarakatan lainya juga dihadiri oleh Baskoro Daru Tjahjono sebagai Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Dalam sarasehan yang bertujuan untuk mengungkap sejarah dari masa 4500/5000 tahun silam, dengan menyesuaikan tes DNA masyarakat di Takengon dan hasil uji DNA kerangka manusia yang ada di Loyang mendale, juga hasil temuan Tulang Gajah yang telah melalui penelitian tes DNA dengan usia 8 ribu tahun, telah mematahkan teori sejarah yang menjadi kurikulum dalam jenjang pendidikan di Tanah Air.

Peluncuran hasil penelitian yang dirangkum dalam sebuah buku, karya bersama Taufiqurrahman Setiawan, Stanov Purnawibowo, Nenggih Susilowati, dengan editor Ketut Wiradnyana, sesuai hasil penelitian yang terus menerus dilakukan oleh para ahli, dari Balai Arkeologi Sumatera Utara yang melakukan penggalian diseputaran situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang, menjelaskan bagaimana permulaan sejarah penduduk Gayo dan juga membuka kemungkinan, bahwa Suku Gayo adalah sebagai cikal bakal penduduk di Sumatera.

Penulisan buku yang berjudul ‘Tanoh Gayo Riwayatmoe Doeloe’, nantinya diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis baru yang bisa menjelaskan tentang kebenaran sejarah, sebagaimana rangkuman sejarah yang belum terlengkapi melalui penelitian di situs-situs sejarah, termasuk perjalanan sejarah Raja Linge.

Dalam mengulik sejarah melalui “Sarasehan Rumah Adat Gayo”, pagelaran acara tersebut juga mengumumkan finalis karya Lomba Tulis dan Fotografi yang melibatkan siswa-siswi SD, SMP, dan SMA dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Agenda acara “Saresehan Rumah Adat Gayo” yang telah berlangsung mulai 17 s/d 30/3/2017, secara resmi ditutup oleh Kharimansyah selaku Sekertaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah. (ErwinSp)

Komentar Anda
SHARE