Mengintip  Geliat “Pertarungan Politik” Balon Bupati di Aceh

ilustrasi-pilkada-calon-kepala-daerah_20150825_085642TAKENGON-Suasana pemilukada Aceh Tengah kian kentara. Mobil yang biasanya lalu lalang tanpa stiker, kini semakin ramai terlihat di sudut kota,  berkeliaran seperti mesin pencari suara.

Begitu juga  lokasi atau tempat-tempat strategis kini mulai dipenuhi oleh spanduk atau gambar bakal calon bupati. Para pengusaha Reklame menambah lokasi promosi di beberapa Trotoar jalan, sehingga Kota yang dominan masyarakatnya hidup sebagai petani kopi, terlihat sesak dengan gambar bakal calon.

Nama-nama yang kini muncul antara lain; Alamsyah Mahmud Gayo putra Gayo yang bel;akangan berdomisili di Jakarta yang berpasangan dengan Anda Suhada Mustafa MM Tamy wakil Ketua DPRK Aceh Tengah kedua pasangan ini sudah dipastikan akan mengunakan perahu Partai Aceh serta Partai Gerindra, selanjutnya ada Drs. Khairul Asmara Wakil Bupati Aceh Tengah yang berpasangan dengan Zulfikar. AB anggota DPRK Aceh Tengah.

Kemudian pasangan Muchsin Hasan, MSP Ketua DPRK Aceh Tengah berpasangan dengan mantan Sekretaris Daerah Drs. Taufik, MM, juga ada mantan PNS Shabella Abubakar berdampingan dengan Firdaus salah seorang pengusaha dari Lhokseumawe juga putra daerah Gayo. Kemudian di jalur Independen Usman Nuzuly berdamping dengan Armas salah seorang petani dari Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah.

Khairul Asmara bakal calon yang kini masih menjabat sebagai wakil bupati, yang dikhabarkan masih mencari jumlah kursi pasti untuk maju sebagai bakal calon. Namun dari konfirmasi Wartawan (16/9) Khairul Asmara dengan nada meyakinkan mengatakan pihaknya sudah di dukung oleh dua partai Nasdem dan Hanura.

“Sudah kita didukung dua partai Nasdem dan Hanura,” kata Ketua Nasdem Aceh Tengah ini seraya mengatakan pihaknya terus berusaha untuk bergerak mencari dukungan rakyat.

Selanjutnya begitu juga bagi bakal calon yang lain, Alamsyah Mahmud Gayo didukung oleh dua partai Gerindra dan Partai Aceh, Muchsin Hasan Gokar dan PPP, Shabella Abubakar PAN dan Partai PDI-P, serta Usman Nuzuly dari perorangan (Independen-red).

Mereka sebagai bakal calon sudah muncul dan memberanikan diri untuk meraih suara rakyat di Aceh Tengah berjumlah 155.640 ribu. Sejauh ini, semua bakal calon bupati dilapangan masih rata-rata air, dalam artian belum ada satu pun yang lebih menonjol, walaupun tebar pesona sudah dilakukan hampir disemua sudut desa, gedung dengan cara mengumpulkan massa atau Tim Sukses (TS).

Marwansyah Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Tengah melalui media masa sudah mengumumkan jadwal pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati. Dan Marwansyah sendiri berharap dalam pendaftaran nantinya semua bakal calon baik melalui partai dan perorangan bisa melengkapi semua data dan keperluan agar memudahkan semua pihak. “Kita berharap semua bakal calon menyiapkan data-data pendaftaran jauh-jauh hari, agar memudahkan semua pihak,” kata Marwansyah.

Masyarakat Aceh Tengah, Khairuddin Sabil mengharapkan kepada semua bakal calon bupati yang nantinya akan ikut “bertanding” dalam pemilukada agar bersikap selalu mengedepankan pikiran dan hati dalam meraih hati rakyat jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok. Hal ini menurut Khairuddin sangat perlu untuk menjaga stabilitas kerukunan antara masyarakat di tingkat bawah.

“Harapan kami sebagai masyarakat, semua kandidat silakan untuk meraih hati rakyat, namun jangan mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok ketentraman masyarakat harus dikedepankan serta jangan membuat perpecahan,” harap Khairuddin sambil mengatakan, harapan masyarakat pemilu damai.

Disampaikan Khairuddin semua bakal calon bupati yang ada saat ini semua mempunyai pertalian darah, “Aceh Tengah ini kecil, semua bakal calon masih ada benang merah antara sesamanya,” tutup Khairuddin.(Putra Gayo)

Komentar Anda
SHARE