Mengharukan, Kepala Sekolah ini Lebih Memilih Mengurus Ibunya Daripada Jabatan

Oleh : Alimin Sutoyo*
Setiap manusia pasti pernah dihadapkan pada 2 pilihan atau lebih yang salah satunya harus diambil. Platform Pilihan yang diambil masing-masing orang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya adalah : emosional, rasional dan Interpersonal. Terkadang keputusan personal yang lahir sulit diterima oleh orang – orang disekitarnya. Mereka kemudian memvonis bahwa itu keputusan yang salah, tidak masuk akal, seharusnya begini, sayang sekali, maunya diambil jalan tengah dan kalimat-kalimat lainnya. Tetapi yakinlah jika seseorang sudah mengambil keputusan tentunya itu adalah hal yang terbaik baginya.

Kejadian ini dialami saat Pak Jamaluddin (Jamal) yang belum 3 tahun Kepala SMP Negeri 2 Bandar berhenti dari jabatannya pada 28 November 2017 lalu digantikan oleh Pak Fadlan seorang Guru BK dari SMP N 1 Bandar. Walapun tidak ada masalah dengan kinerjanya, malah di bawah kepemimpinannya sekolah yang berlokasi di Kampung Blang Jorong Kecamatan Bandar itu menjadi salah satu SMP yang bagus dan favorit di Kabupaten Bener Meriah.

Pak Jamal yang saat ini berusia 54 tahun dan memiliki 4 anak merupakan sosok yang baik, ramah, berwibawa, ulet dan disegani oleh kawan sejawat, atasan maupun bawahannya serta disayangi oleh siswa-siswanya mengungkapkan bahwa Ia mendapat banyak telepon dari orang-orang yang mengenalnya sambil menanyakan alasan keputusannya itu. Ada juga yang memancingnya agar mengadakan aksi protes untuk menolak keputusan. Dengan tenang dan sabar Ia menjelaskan adalah karena seorang Ibu faktornya.

Ya, Pak Jamal masih memilki ibu yang bernama Siti Aisyah yang sangat disayanginya dan telah berusia 93 tahun. Pak Jamal adalah anak laki laki satu-satunya dari 5 bersaudara.
Lebih Jauh Pak Jamal menceritakan sudah dari tahun lalu Sang Ibu mengikutinya atau minta ikut kemanapun sahabatku itu pergi ataupun sang ibu minta diantar kemanapun sesuai dengan keinginannya seperti mengunjungi anak-anaknya yang lain, pergi kerumah adik-adiknya, ke pasar dan lainnya.

Intensitas permintaan sang ibu kepada anak laki-laki satu-satunya ini memuncak pada tahun ini. Permintaan mengantar atau minta ikut sang ibu sudah tidak mengenal waktu baik pagi, siang maupun malam dan harus dipenuhi dengan seketika malah Ibunya minta ikut ke sekolah, ke Kantor Dinas Pendidikan, acara rapat-rapat Kepala Sekolah dan pernah sang ibu pergi ke Takengon sendiri dengan menggunakan Bus umum karena tidak sabar menunggu anaknya menyelesaikan rapat Ujian Nasional di Simpang Balik. Beruntung saja sang ibu belum jauh pergi sehingga Pak Jamal dapat menjemputnya kembali.

Kejadian ini sangat mengkhawatirkan temanku tersebut dan akhirnya Ia harus segera memutuskan pilih Jabatan Kepseknya atau Ibu yang telah melahirkan, membesarkan dan sangat mencintainya. Dia pilih seorang ibu bahkan, Rayendra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah sangat terharu dan tak mampu menghalangi keputusannya. Life Hasil A Choice, selamat abang Jamalku, Anda telah memenangkannya.

*Penulis adalah Kepala SMA N 2 Bandar Kabupaten Bener Meriah – Aceh

Komentar Anda
SHARE