Menggenjot Prestasi Sepak Bola Usia 12 Tahun Aceh Dikancah Dunia

0

 

Tim SSB Putra Muara Cunda Lhokseumawe, Juara AQUADNC 2012, pernah mengukir prestasi dan mengharumkan nama Indonesia ke Final Dunia di Polandia pada tahun 2012 lalu (INT)

BANDA ACEH:Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, berharap salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Aceh bisa menjadi tim terbaik nasional sehingga bisa mewakili Indonesia dalam ajang sepak bola dunia usia 12 tahun di Amerika Serikat pada Desember nanti.

“Kita (SSB dari Lhokseumawe) pernah mencatat prestasi nasional pada tahun 2012. Tahun ini kami harapkan ada tim dari Aceh yang kembali bisa menang di tingkat nasional,” ujar Gubernur Zaini dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten II Setda Aceh Syaiba Ibrahim, saat membuka kompetisi Sepak Bola Danone Nations Cup 2017 Regional Aceh, Jumat (24/03/2017) malam.

Pada tahun 2012 lalu, SSB dari Kota Lhokseumawe berhasil menjadi juara Danone Nations Cup dan mewakili Indonesia di kejuaraan internasional di Polandia.

“Kami mengharapkan di tahun ini prestasi itu bisa kembali kita raih,” ujar gubernur. Bakat sepak bola Aceh, lanjut gubernur, ada pada tangan anak-anak usia 12 tahun tersebut. Karena itu, gubernur meminta agar dalam pertandingan nantinya, para pemain bisa memainkan pertandingan dengan sportif.

Untuk diketahui, DNC Regional Aceh 2017 diikuti oleh 48 tim dari 18 kabupaten dan kota di Aceh. Sebanyak 576 pemain akan terlibat dalam pertandingan selama dua hari tersebut.

“Kita sudah screaning tes untuk menjaring pemain 11-12 tahun. Termasuk juga screening medis lewat pemeriksaan gigi,” ujar Muhammad Amsar, Koordintor Danone Aceh.

Amsar menyebutkan, juara terpilih akan mewakili Aceh bertanding pada level nasional pada Juli nanti. Jika menang, mereka akan mewakili Indonesia untuk bermain pada Danone Nations Cup 2017 di Amerika Serikat.

Sementara itu, penanggung jawab DNC 2017,- Muhammad Anugerah, menyebutkan Provinsi Aceh merupakan daerah yang paling peduli pada pembinaan sepak bola usia anak.

Provinsi Aceh, ujar Anugerah, merupakan daerah regional paling bersih dari sisi umur. Prestasi itu berhasil dipertahankan dalam 2 tahun berturut-terut. Padahal, beberapa tahun lalu, Aceh menjadi daerah dengan kasus terbanyak dalam hal kesandung umur. Untuk tahun ini dari hasil screaning, diketahui hanya dua pemain yang melebihi usia 12 tahun.

“Kami berharap semua pemain berkompetisi tanpa tekanan. Siapa pun yang mewakili Aceh semoga bisa mengulang sejarah yaitu mewakili Indonesia di level internasional,” ujar Muhammad Anugerah. (REL)

Komentar Anda
SHARE