Menengok Gubuk Derita Empat KK  di Desa Mongal Aceh Tengah

0

REDELONG: Untuk tak dapat diraih malang tak dapat ditolak begitulah nasib malang dirasakan oleh empat keluarga yang tinggal di desa Mongal, dusun I Gele Rawu, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Beberapa tahun ini mereka harus berpindah-pindah lokasi tempat tinggal. Hingga saat ini mereka tidak mempunyai tempat tinggal yang layak huni.

Keempat kepala keluarga ini masih mempunyai hubungan saudara adalah  Erni (37), Sakdiah (35), Mulyani (36) serta Erfita (37). Mereka hidup dibawah gubuk yang di “rakit” sendiri oleh suami mereka yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak serta kuli bangunan di Takengon.

Saat ditemui Erni (14/7) yang merupakan salah satu anggota keluarga tersebut sedang termenung dibawah rumah beratap seng dan sebagian terpal serta dinding tepas, udara sejuk malam menusuk tulang keluarga yang malang ini.

Erni mengaku tidak pernah sama sekali didatangi oleh dinas terkait. “Tidak pernah ada dinas yang datang kerumah kami, yang pernah kami lakukan mendatangi Baitul Mal. Namun jawaban mereka kami masih muda-muda tidak layak mendapatkan bantuan,” kata Erni, tiga orang anaknya yang mestinya sekolah terpaksa dirumah sehari-harinya.

Ia mengatakan dirinya pernah mendatangi pekerja Baitul Mal Aceh Tengah, namun ia  harus  pulang dengan mengurut dada, tidak ada respon dari pihak Baitul Mal Aceh Tengah. Pun demikian ia tetap berharap suatu hari nanti pasti akan ada yang memerhatikan.

Ironisnya ditingkat desa mereka juga luput dari perhatian “Selama ini kami hanya sekali menerima beras raskin yang diberikan oleh aparatur desa, selebihnya tidak pernah didapat lagi.

Suami Erni sendiri, setiap harinya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak jelas. Kondisi rumah Erni dengan ukuran 4×3 seukuran satu kamar bangunan rumah layak huni.

“Kami menjalani semua dalam “ruangan” ini. Ini dapur kami, ini tempat tidur kami,” jelas Erni.

Gubuk mereka telah dialiri listrik dari bantuan dari salah seorang darmawan yang memberikanya beberpaa bulan lalu. Belakangan menurut ibu tiga anak ini ada juga warga Desa Belang Kolak I memberikan bantuan sejumlah uang. Kemudian setelah dibelanjakan untuk membeli tepas dan terpal selebihnya uang tadi disedekahkan Masjid.

“Saya tidak berani menghabiskan uang tersebut, setelah saya belanja terpal dan tepas untuk rumah lebihnya saya sedekahkan ke Masjid,” katanya sambil mengusap air mata yang mengalir, dan saya tidak tahu nama ibu tersebut sampai hari ini, “Begitu baik hati ibu itu,” sebut Erni sambil mengelus kepada buah hatinya.

Sementara itu Sekda Aceh Tengah, Karimansyah dihubungi wartawan mengatakan, akan menyampaikan  kepada wakil Bupati Khairul Asmara. “Nanti saya coba koordinasikan dengan Pak wakil bupati,” kata Sekda Karimansyah.

Harapan akhirnya berlabuh pada Shabela Abubakar, bupati Aceh Tengah terpilih. Mendengar nasib miris keempat KK, ia langsung mengerakan tim untuk menyalurkan bantuan berupa beras serta bantuan uang tunai.

“Kedepan tidak ada lagi kehidupan nmasyarakat seperti ini, kita akan data semua dan membenahi. Masyarakat harus mendapatkan kehidupan yang layak, seperti rumah dan penghasilan tentunya dengan berkebun, kita akan bantu dengan program kita,”ujar Shabela Abubakar  saat mengunjungi rumah keempat KK itu.

“Kedatangan bapak Shabela Abubakar sedikit banyak telah mengobati kerisauan tentang nasib kami, kami mengucapkan terimakasih atas bantuanya bapak  Shabela, Abubakar” sebut Erni. Ia bersama anggota keluarga lainnya berharap bantuan rumah sederhana melalui bupati terpilih segera didapat. (Putra Gayo)

 

SHARE