Memprihatinkan, Banyak Orang Gila Dipasung di Bener Meriah

0

image

REDELONG-Meski telah dilarang, namun pemasungan orang gila masih terjadi, salah satunya di Kabupaten Bener Meriah, dari pendataan sementara yang dilakukan oleh Dinas Sosial Bener Meriah didapati lima orang gila yang dipasung oleh keluarganya.

Jawahardi, Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Bener Meriah mengatakan, dari catatan mereka terdapat tujuh orang di tiga Kecamatan di Bener Meriah” Di kecamatan Pintu Rime Gayo dua orang,  di Kecamatan Permata dua orang tiga orang dan dikecamatan Bukit dua orang, kondisinya sangat memprihatinkan  saat kami kunjungi”ujar Jawahardi, Kamis (26/5/2016).

Jawahardi merincikan, di Kecamatan Permata, di Kampung Jelobok  tercatat satu orang bernama Saipul Rahman (40) yang disebut terkena penyakit ayan dan stress ditinggal sang isteri sejak konflik Aceh dan telah dipasung sekitar 16 tahun, selanjutnya di Kampung Buntul satu orang bernama Abu Bakar(41) stress karena gila jabatan dan telah dipasung sekitar 15 tahunan dan dipasung dibekas kandang ayam,  serta  di Kampung Bakongan, Abdul Talib (50) dan telah dipasung selama 30 tahun.

“Sementara dua orang yang dipasung di Kecamatan Pintu Rime Gayo, saat ini sedang kita data, selain di dua kecamatan tersebut, di Kecamatan Bukit juga kita mendapatkan informasi ada dua orang yang juga dipasung dan saat ini juga sedang di data”ujarnya.

Ia juga menambahkan alasan keluarga untuk memasung anggota keluarga mereka yang mengalami gangguan jiwa karena malu dan takut akan menggangu orang orang lain meski sebenarnya ada beberapa diantara mereka sudah bersikap baik dan tidak menganggu orang lain.

Jawahardi juga menuturkan, selain yang disebutkan tadi, tidak tertutup kemungkinan masih banyak orang gila yang dipasung di Bener Meriah namun tidak terdata karena ada kecenderungan berusaha ditutup-tutupi oleh pihak keluarga.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menargetkan Indonesia bebas pasung pada 2017. Artinya tidak ada lagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung, tapi semuanya menjalani perawatan medis. Menteri Sosial,   Khofifah Parawansa bahkan menghimbau masyarakat juga  harus bergerak bersama-sama untuk menjadikan Indonesia Bebas Pasung 2017.

Waladan Yoga, aktivis di Bener Meriah yang menyoroti masalah ini, sebelumnya dalam rilisnya kepada media mengatakan dua lembaga di Bener Meriah yaitu Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk jangan tidur mengatasi persoalan ini “Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, adalah dua lembaga yang paling bertanggungjawab terkait adanya warga Bener Meriah yang tidak mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah” sebut Waladan.

Ia menambahkan penderita gangguan jiwa, harusnya mampu dijamin oleh Kadis Sosial Bener Meriah untuk membantu mengurangi beban keluarga dan harus dijamin kebutuhan hidup sehari hari penderita, jika mereka warga yang tidak mampu. Kadis kesehatan juga harus peka dengan menjamin kesehatan warga yang sedang ditimpa musibah “Jangan hanya mengontrol kesehatan warga Bener Meriah dari balik meja, harusnya Dinas Kesehatan hadir untuk menunjukan iktikad baik untuk menuntaskan kasus kesehatan Bener Meriah” tegas Waladan. (Arsadi Laksamana)

Komentar Anda
SHARE