Mauzan Kuara: Pemerintah Daerah Harus Realistis Jangan Ciptakan Kegaduhan

  • Whatsapp
Mauzan Kuara

Kabargayo.com, Redelong: Alumni Pertanian Universitas Gajah Putih Takengon, Mauzan Kuara, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah agar realistis dan tidak menciptakan kegaduhan ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Menghadapi separuh Ramadhan ini, pemerintah harus realistis dalam memangku kebijakan, masyarakat sudah sangat gerah akan kondisi saat ini. Kita percaya bahwa wabah ini akan berlalu,” tegas Mauzan Kuara kepada media ini, Kamis (7/5/2020) malam.

Read More

Menurutnya, Pemerintah mulai linglung dan didesak masyarakat akan kebijakan saat ini terkait BLT Bantuan Langsung Tanam yang berbenturan dengan anjuran Kementerian Desa (Kemendes)

“Saya kira pemerintah perlu mengkaji ulang atas kebijakan yang telah disampaikan ini,” tambahnya.

Potensi penanam lanjut Mauzan, tidak akan mendukung, karena lahan garap sangat sedikit di daerah kita dibanding kopi yang kurang lebih mencapai 43.000 Ha.

Selain itu, terkait dengan dana desa yang telah diatur dalam perbub, Reje Kampung harus merealisasikan dalam bentuk tunai.

Tidak sampai disitu saja, Ketua Ikatan Generasi Mandiri Bener Meriah (IGM-BM) ini juga menyinggung harga kopi yang masih stagnan, yaitu asalan 39 ribu sampai 41 ribu dan harga palawija juga sangat rendah.

Resi gudang yang digulirkan oleh Pemkab Bener Meriah kata Mauzan, juga tidak ada kejelasan hingga saat sekarang ini. Untuk itu, ia kembali menegaskan untuk realistis karena masyarakat sedang menjerit.

“Bagaimana dengan resi gudang yang di gagas pemerintah? Belum ada kejelasan sampai sekarang. Saya pinta pemerintah harus realistis masyarakat sedang menjerit,”tutupnya.(Jun)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts