Masyarakat Tanjung Beringin yang Belum Sepenuhnya Rasakan ” Kemerdekaan “

REDELONG : Pada 17 Agustus 2019 nanti merupakan puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ( RI ) ke-74, dalam moment ini masyarakat bersuka-cita hari bersejarah bangsa ini. Tak terkecuali masyarakat Bener Meriah, gegap gempita menyambut kemerdekaan di kabupaten penghasil kopi ini sudah mulai terasa.

Beberapa kecamatan di Kabupaten Bener Meriah seperti Kecamatan Timang Gajah, Kecamatan Bandar, mulai mempersiapkan rangkaian kegiatan menyambut HUT RI ke-74 tahun 2019 ini.

Memperingati HUT RI itu, adalah merupakan suatu kebanggaan rakyat Indonesia sekaligus untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

Sebagai salah satu bentuk menghormati kemerdekaan itu, masyarakat maupun pemerintahan mulai memasang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul baik ditempat umum maupun didepan rumah masing-masing. Hal itu tidak lain dan tidak bukan atas rasa kecintaan masyarakat terhadap kemerdekaan itu.

Namun, sejauh ini masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan itu, bermuara dari keadilan pembangunan.

Salah satunya seperti yang dirasakan masyarakat Dusun Tanjung Beringin, Kampung Tanjung Pura Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah.

Pasalnya, sudah berpuluhan tahun akses jalan utama menuju Kota Pondok Baru kondisinya masih berdebu dan berlubang-lubang bila dimusim kemarau seperti saat ini, konon lagi dikala musim penghujan lumpur dan licin menjadi tantangan yang harus dihadapi mereka. Hal itu disampaikan salah seorang warga dusun Tanjung Beringin yang tidak mau disebut namanya. Minggu ( 4/8/2019 ).

Lanjutnya, memang akses jalan tersebut berada di wilayah Kampung Beranun Teleden namun jalan tersebut merupakan akses jalan masyarakat Tanjung Beringin pada Khususnya, dan masyarakat lainnya yang memiliki kebun diwilayah tersebut.

Dengan kondisi jalan tersebut lanjutnya, kekhawatiran para orang tua disana juga terus menjadi alasan mereka meminta Pemerintah daerah ( Pemda ) Kabupaten Bener Meriah untuk memperhatikan daerah mereka itu.

” Kami sangat khawatir, selain jalannya yang rusak dan belum diaspal, juga babi hutan sering melintas dijalan tersebut yang sewaktu-waktu dapat menyeruduk masyarakat yang melintas ” paparnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu Aparatur Kampung Tanjung Pura, Ahmady yang menjabat sebagai kaur umum. Ia mengatakan Kondisi jalan utama mereka yang kurang lebih tinggal 1 kilometer lagi belum diaspal.

“Kami masyarakat Dusun, Tanjung Beringin dengan kondisi akses jalan seperti itu seolah-olah berada di daerah yang sangat marginal ( terpencil ), padahal jarak dari daerah kami ke Kota Pondok Baru diperkirakan hanya 3 kilo saja” Cetusnya.

Lanjutnya, namun pada kenyataanya dusun yang sudah berusia puluhan tahun itu masih sangat jauh dari kata dusun maju dan olehnya kami merasa belum sepenuhnya merasakan ” kemerdekaan ” dari segi pembangunan yang berkeadlian. Pungkasnya.

Ahmady menambahkan, dari dulu juga tak jarang para anggota DPRK Bener Meriah bahkan mantan Bupati Bener Meriah sudah pernah berkunjung ke tempat kami ini namun jalan tersebut belum jua dibangun. Timpalnya.

Dia berharap pada pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah, untuk membangun jalan tersebut yang sudah mengkhawatirkan. Pintanya ( Gona )

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!