Masyarakat Gunung Tunyang Pertanyakan Anggaran Desa Tahun 2015

0

wp-1470313088909.jpegREDELONG- Persoalan dana desa terus menjadi isu hangat di kalangan masyarakat, transaparansi pengelolaan dana desa oleh aparat desa selalu menjadi isu miring hal tersebut sudah sering mengemuka.Dalam hal tersebut masyarakat Gunung Tunyang,  Kadar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BPK Kampung bersama beberapa masyarakat lainnya pada beberapa awak media Kamis ( 18 / 8 ) di komplek Pemda Bener Meriah mengungkapkan rasa kecurigaan mereka terkait realisasi pengunaan dana desa di kampug mereka, dia juga memberikan selembar kertas yang berisian keluhan masyarakat Gunung Tunyang.

Dalam petikan keluhan yang di tuliskan sedikitnya ada 8 poin yang mereka pertanyakan diantaranya ;  anggaran dana desa tahun 2015 tidak jelas, anggaran dana desa tahun 2016, menurutnya di dalam pembelanjaan dana desa di belanjakan tampa musyawarah dengan masyarakat, di dalam pembelanjaan dana desa di duga ada unsur pengelembungan, anggaran desa 2015-2016 tidak pernah di beritahukan kepada masyarakat desa, pengadaan rak cacing untuk desa Gunung Tunyang di alihkan ke desa lain tampa musyawarah dengan masyarakat, program penanaman seribu pohon juga di alihkan ke desa lain tampa musyawarah, sejak tahun 2013 pengelolaan SPP desa tidak jelas, dan masyarakat meminta kejelasan dana yang masuk ke desa apakah dana desa atau dana yang bersumber lain.

Kadar juga mengatakan, tadi juga kami sudah mempertanyakan pada Insfektorat Kabupaten Bener Meriah, terkait pelaporan realisasii dana desa tahun 2015 apakah sudah di sahkan dan di setujui. Papar. Kadar

Sementara itu Reje Kampung  Gunung Tunyang Mulyadi yang di dampingi seluruh aparatur kampung, seperti Seketaris Desa, Imam Kampung, BPK kampung, Kepala Dusun, Kaur Kesra pada saat di konfirmasi media jumat ( 19/8 ) di Kafe Karang Taruna Simpang Tiga Redelong menjelaskan terkait pengelolaan dana desa tersebut, dalam Muserdes ( musyawarah desa ) kita mengundang seluruh masyarakat, tokoh Kampung. Ungkapnya

Terkait rak cacing yang di alihkan ke desa lain memang saya akui tidak musyawarah dengan seluruh masyarakat, tetapi dalam hal tersebut bukan saya sendiri ada beberapa unsur masyarakat yang di situ dan rak cacing tersebut bukan dari anggaran dana desa tetapi itu program dari dinas pertanian, pada saat dinas pertanian mensurvey  ke lokasi yang kami tunjuk, tidak cukup ukurannya untuk itulah saya langsungkan pembangunan tertebut masuk ke desa sebelah.

Juga mengenai program penanaman seribu pohon dari. Dinas kehutanan, dimana pada saat itu seharusnya di alokasikan pada kelompok namun pihak dinas mengatakan. harus ada 5 hektar lahan untuk penanaman pohonnya, namun kampung Gunung Tunyang tidak memiliki lahan kosong seluas itu makanya di alihkan. Jelas Mulyadi
Dan pada hari ini juga kami sudah di panggil oleh pihak insfektorat guna untuk menjelaskan laporan dari beberapa masyarakat yang datang. Kata Mulyadi

Ketua BPK Kampung Gunung Tunyang Abu Bakar saat ditanyai terkait kinerja reje kampung apakah pernah masyarakat pernah melapor ? Dia mengatakan sejauh ini tidak pernah seorang pun masyarakat Gunung Tunyang yang mengadu sama saya menyangkut hal-hal di kampung tersebut. Tandasnya ( Gona)

Komentar Anda
SHARE