Masyarakat  Adat Bale Sukarame Demo Tuntut  Tanah Adat Diakui

0

image

REDELONG- Ratusan masyarakat yang menamakan Kesatuan Masyarakat Adat Bale Sukarami datangi gelar demo ke DPRK Bener Meriah guna menuntut status tanah adat Bale dan Sukarami  untuk di  akui sesuai dengan UUD 1945, Senin, (18/7/2016).

Kadatangan para demostran yang di koordinatori oleh Win Swedi dan Win Derago  tersebut  diterima oleh Ketua Komisi A Drs Mansur Ismail  beserta anggota DPRK lainnya. Pihak DPRK Bener Meriah kemudian melakukan pertemuan dengan ratusan pengunjuk rasa di ruang sidang DPRK Bener Meriah.

Salah satu perwakilan kesatuan masyarakat adat bale sukarami Nasri ST, menyampaikan tuntutan mereka agar pemerintah mengakui status tanah
adat itu secara hukum.

Lebih lanjut Nasri mendesak pada DPRK Kabupaten Bener Meriah untuk mengeluarkan rekomendasi atas status tanah adat tersebut dan meminta pemerintah supaya segera menyahuti tuntutan persoalan tanah adat itu untuk secepatnya diselesaikan, Nasri juga meminta jangan ada lagi terbit Sertifikat tanah yang di keluarkan pihak pertanahan di areal tanah adat tersebut.

” Kami menuntut pada pihak yang terkait untuk tidak  menerbitkan Sertifikat atau jenis surat apapun diperuntukan pada seseorang yang tidak termasuk kedalam masyarakat adat Bale dan sukarami di areal tanah adat yang kami klaim ” papar Nasri.

Menangapi tuntutan Kesatuaan Masyarakat Adat Bale Sukarimi itu, Darwinsyah SE selaku Ketua Sidang mengatakan, terkait masalah tanah adat ini perlu di selesaikan secara komperhensif “Karena menurut saya ini bukan masalah yang sederhana tetapi ini sudah  menjadi masalah yang sangat serius”Ujar Darwinsyah.

Dalam kesempaten tersebut Darwinsyah menawarkan solusi, yaitu dengan menggelar rapat secara pesuasif dengan seluruh instansi yang membidangi masalah ini seperti dari BPN, Asisten 1. Pemkab Bener Meriah,  Tapem, Komisi A DPRK Bener  Meriah Reje Kampung Sukarami Reje kampung Wonosobo, Mukim Reje Ilang dan Wih Pesam serta perwakilan Adat.

“Untuk itu pada hari kamis nanti kita segera laksanakan  rapat untuk mebahas persoalan ini, karena kami dari DPRK tidak berharap permalahan terlepas dari kami  sebelum ada penyelesaianya” kata Darwinsyah.

Dalam pertemuan ini tidak di hadiri dari perwakilan Pemkab Bener Meriah seperti Asisten I, atau pun K-Tapem, sementara Anggota DPRK yang hadir, Darwinsyah SE, Andi Sastra, Drs Mansur Ismail, H. Misradi, Rijal Vahlevi, Satriayanto, Tgk Usman Yacub, Tgk Alhukama, Riduansyaah, SE, Drs Zetmen, M Isa Arita, (Gona)

Komentar Anda
SHARE