Masyarakat Aceh Tengah Jual Emas Penuhi Kebutuhan Sehari-Hari, Ini Harganya

  • Whatsapp
Photo Ilustrasi

Kabargayo.com, Takengon; Merebaknya Pandemi virus Covid-19 di Dunia membuat ekonomi masyarakat melemah, terlebih di Kabupaten Aceh Tengah, penghasilan utama kopi kini terbilang tak lagi cukup penuhi kebutuhan sehari-hari karena harga jual terjun bebas.

Solusi utama bagi masyarakat yang kerap berinvestasi melalui emas adalah langkah yang tepat untuk menjualnya ke toko emas.

Read More

Hal itu terbukti ketika media ini melakukan konfirmasi ke salah satu toko emas di Kabupaten Aceh Tengah. Dalam kurun waktu sehari dipastikan sebanyak puluhan orang menjual emas miliknya ketoko emas.

“Apalagi waktu sehari sebelum Meugang kemarin, banyak masyarakat yang menjual emas dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan menyambut ramadhan dan kebutuhan sehari-hari,” kata Nazir kepada media ini, Jum’at (24/04/2020) di toko emas Sinar Murni pasar Inpres Takengon.

Posisi harga jual emas kata Nazir, satu gram berkisar diharga Rp.750.000 sedangkan permayamnya dipastikan sebesar Rp.2.250.000 (Mas London-red). Harga tersebut naik dari Rp.625.000 per bulan Januari 2020 yang lalu.

Menurut Nazir, saat ini ekonomi masyarakat Aceh Tengah terbilang kurang stabil, ditengah panen Kopi Gayo namun harga tak sebanding dengan penghasilan.

“Kita semua paham dalam kondisi seperti ini, Kopi sebagai penghasilan utama masyarakat Aceh Tengah kini dihargai murah oleh pengepul, makanya masyarakat yang memiliki emas akan menjualnya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari,” terang Nazir mendeskripsikan kondisi petani Kopi Gayo.

Ia berharap, wabah Covid-19 yang kian meresahkan masyarakat dunia itu cepat berlalu, sehingga perekonomian masyarakat dapat kembali seperti sedia kala.

Terpisah, salah satu toko kain terbilang cukup besar di Kabupaten Aceh Tengah (Blok M) terbilang sepi masyarakat berbelanja Dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu pegawai Blok M menyebut, dibandingkan tahun lalu, lima hari sebelum masuk bulan Ramadhan masyarakat penuh berbelanja ditokonya itu. Namun tahun ini berbeda, selain Covid-19 merebak, kondisi ekonomi masyarakat Aceh Tengah kurang stabil.

Bahkan pihaknya kini memangkas pegawai yang bertugas ditokonya itu. Sebelumnya pegawai berjumlah 35 orang kini hanya tinggal 15 orang.

Terkait belanja kain, Blok M tak lagi over barang dari Medan, pihaknya telah berbelanja kebutuhan kain besar-besaran pada akhir Februari 2020 yang lalu.sedangkan stok menyambut Idul Fitri dipastikan cukup. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts