Masker Kosong Tim Jejaring Keamanan Pangan Sita Makanan Kadaluarsa

  • Whatsapp
Tim Jejaring Keamanan Pangan Aceh Tengah cek Harga Sembako di seputaran Pasar Paya Ilang, (19/3/2020) Foto: Putra Gayo

Kabargayo.com, Takengon: Bencana ini kita harapkan cepat berlalu dan tidak berpengaruh terhadap kebutuhan pokok masyarakat umumnya Indonesia khususnya Aceh Tengah. Untuk pencegahan kenaikan harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok. Tim Jejaring turun memastikan.

Tim Jejaring, yang turun bersama Ketua Tim Kadis Pangan, Juanda, SP berhasil membawa beberapa sample dan barang yang kadaluarsa serta makanan tanpa ada ijin “kesehatan”, di dua lokasi yang berbeda, tim mendapatkan telur yang dijual dalam plastik (tidak steril-red). Serta makanan lain juga kerupuk tanpa label yang dipasok dari Medan.

Read More

“Tidak bisa makanan dijual tanpa ada label kesehatan. Begitu juga telur dijual dalam kantong plastik dalam jumlah banyak tanpa tempurung. Itu sudah tidak higenis dan tak layak dikonsumsi oleh masyarakat kita,” jelas Juanda didampingi Kabag Perekonomian Mawardi Munthe, (19/3/2020).

Satu toko milik etnis China di Desa Pendere beberapa produk diats tadi dijual ke masyarakat Aceh Tengah dengan harga murah. “Barang itu sudah tidak higenis,” kata Ati dari Dinas Kesehatan yang turun bersama tim.

“Kita Akan sita makanan telur dan kerupuk yang dijual tanpa ada ijin dinas kesehatan. Apalagi kerupuk itu masuknya ke Takengon dalam bentuk karung. Kita akan beri pepringatan dulu tapi menyita barang yang dimaksud,” kata Buk Ati datar.

Bukan hanya di Toko Mekar Jaya Pendere, tim juga menjumpai makanan kadaluarsa di Petro jalan Lintang Takengon. Di Swalayan itu tim menyita kue produksi Home Industri dan beberapa makanan lainya karena tidak mempunyai ijin untuk di perjual belikan.

Swalayan milik warga Chaina itu juga mendapatkan teguran dari tim. “Kalau itu terulang lagi kita akan ambil tindakan tegas. Selain menyita barang kita akan lakukan tindakan tegas,” sebut Amran anggota Polres Aceh Tengah.      

Juanda, SP menyatakan, harga gula memang ada kenaikan sedikit tapi tidak signifikan dan persediaan masih terjaga, bahkan komoditas bawang putih sempat naik, “Sekarang sudah normal kembali. Dimana sebelumnya 65 ribu kini sudah 35-40 ribu perkilogram.

Untuk kebutuhan masker di Takengon, sudah dalam dua pekan ini kosong di Apotik besar seperti Putro Bungsu. “Kami telah kehabisan masker sejak satu bulan lalu. Masker dibeli oleh masyarakat karena kekhawatiran akan corona,” kata Mira penjaga apotik, begitu juga Sanitizer. (Putra Gayo)

Related posts