Masjid Besar Kuba Bebesen, Saksi Sejarah Yang Tak Hilang

0

 

 

Dahulunya disebut Mesegit Mutelong dan kini dikenal dengan Masjid Besar Kuba Bebesen, Masjid tua saksi sejarah di Aceh Tengah

Terletak dikecamatan Bebesen Aceh Tengah, Masjid Besar Kuba Bebesen, tahun 1965 sempat di bakar oleh oknum Partai Komunis Indonesia (PKI). Setelah dibangun kembali oleh masyarakat masjid ini kembali berdiri dan menjadi tempat masyarakat menjalan ibadah.

Menariknya, masjid ini bagi sebagian orang dipercayai ‘keramat’ dan kerap dijadikan tempat bersumpah.

Cerita Masjid Kuba di kisahkan oleh, Isa Umar tokoh masyarakat setempat juga imam besar masjid Kuba yang belakangan terus menjadi cerita di masyarakat Aceh Tengah serta pesisir Aceh. Menurut Isa Umar, masjid Kuba dibakar oleh PKI saat itu sebagai tanda bahwa Aceh Tengah sudah bisa di bumi hanguskan untuk pergerakan PKI yang lebih luas.

“Masjid itu dibakar untuk tanda agar PKI menguasai Aceh Tengah serta bisa dibumi hanguskan,” kisah Isa Umar kelahiran 1943.

Masjid Kuba dibakar oleh tujuh warga yang terlibat PKI, tanggal 21 Juli 1965, Selasa malam Rabu. Saat itu masyarakat sedang berada didalam rumah dan sangat terkejut melihat api membumbung tinggi menghanguskan bangunan kayu yang selama itu menjadi tempat ibadah warga Bebesen dan sekitarnya, maklum saat itu masjid masih bisa dihitung dengan jari.

Kisah dibakarnya masjid Masjid Besar Kuba Bebesen  tersebar hingga pesisir Aceh, hingga sampai saat ini nama masjid ini oleh masyarakat tidak terlalu asing di telinga. Konon lagi banyak masyarakat selama ini melakukan sumpah untuk satu “hal” dilakukan di masjid ini, hasilnya sangat mengejutkan, “dikabulkan oleh Allah SWT,” cerita Isa Umar.

Isa Umar juga menuturkan,  kalau niat orang yang tidak baik datang ke masjid ini pasti akan mendapatkan kemalangan dalam hal apa saja. Misalnya saat menjadi Khatib tapi niat orang itu lain, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak dinginkan kepada dirinya (sang Khatib-red).

“Yang selama ini saya ketahui begitu, bila ada masyarakat punya niat tidak baik, pasti akan mengalami hal yang kurang baik juga,” dijelaskan Isa Umar yang juga Ketua MPU Aceh Tengah.

Di Masjid ini,  terdapat Alqur`an kecil yang disebut dengan Alquran Kerto. “Mungkin nama itu sering disebut karena Alquran kecil itu diikat dengan dengan tali yang sering disebut Kerto. “Selama ini disebut Alquran sumpah,” dijelaskan Isa Umar, (2/6/2017).

Bahkan tak jarang, ada juga masyarakat yang sudah bertekad untuk bersumpah, lalu setelah dipikir-pikir batal melakukan sumpah, mungkin saja karena takut. “Ya, ada juga yang batal melakukan sumpah disini,” kata Isa.  Di belakang  masjid terdapat  kuburan pembuat telaga di masjid Kuba sendiri keturunan dari Arab bernama Hj. Aja.

Kemudian pada tahun 80an masjid ini sering mendapat kunjungan dari para Menteri-menteri serta orang-orang penting dari Malaysia. Selain beribadah dan berdoa di dalam masjid mereka juga kerap berfoto-foto.

Hal unik lainnya yang dimiliki oleh masjid ini adalah telaga tempat wudhu ketika hendak bersuci yang juga terletak dibelakang masjid. Telaga dengan kedalaman dua meter, namun penuh dengan air di tersebut Telaga Monyeng.“Kebeningan airnya sama dipercaya mirip dengan air zamzam dan sebagian masyarakat banyak yang mengambil air ini untuk “tawar” karena mereka percaya atas izin Allah SWT  air tersebut dapat menjadi penawar penyakit.

Setelah dibakar dana pembangunan Masjid Besar Kuba Bebesen  berasal dari subsidi masyarakat luas, hingga bisa berdiri megah seperti sekarang ini. (Putra Gayo)

Komentar Anda
SHARE