Mari Belajar dari Kisah Nenek Cahaya

 

Eriza Dinamika S.Kep

Cerita ini merupakan suatu pelajaran buat kita semua, cerita ini juga di kutip dari sebuah kisah nyata seorang nenek yang berinisial cahaya yang berusia lebih dari 60 tahun, dan tinggal di sebuah panti jompo yang berada di Medan Sumatera Utara.

Eriza Dinamika S.Kep yang merupakan  seorang mahasiswa yang ingin disebut langsung namanya ini ditugaskan menjadi seorang perawat untuk menyelesaikan state gerontik di wisma yang menjadi tempat tinggal nenek cahaya.

Eriza juga mengambil keputusan untuk menulis pengalamannya saat di tugaskan di panti jompo tersebut, selain itu Eriza juga menganggap pengalamannya ini ada suatu ketukan hati untuknya agar tidak menyia-nyiakan jasa orang tua.

Awal cerita sambil meringis kesakitan nenek cahaya bertanya “Datangkah dokter hari ini nak.?”.,
Datang nek nanti saya akan antar nenek ke klinik, ucap Eriza
Nenek berkata dengan suara yang gemetar “Ulu hati saya seperti terbakar nak, jasa mu sangat mulia, jangan sampai kemulianmu tidak kau berikan kepada orang tua mu”.,
“Baik nek jawab ku”., sambil meneteskan air mata nenek ini bercerita “Saya ingin di Opname tapi tak ada yang menjaga saya, 3 anak prempuan dan 2 anak laki-laki yang saya miliki semuanya sudah berkeluarga, mereka sibuk dengan urusannya masing- masing, makanya saya sampai tinggal dipanti jompo ini”kata si nenek.

Dulu, kata nenek itu,  sewaktu mereka belum berkeluarga senda gurau, canda dan tawa dalam keluarganya masih ada, tapi sekarang si nenek mengaku merasa bahagia, karena tidak harus menyusahkan mereka, itu yang terpenting katanya.

Nenek tersebut juga  juga beramanah kepada pihak panti dan pengasuh dirinya di wisma ini, agar jika ia nanti dipanggil yang kuasa, ia berpesan untuk tidak memberitahukan anak-anaknya “Kerjakan saja seperti ajaran Islam semestinya tanpa harus diketahui anak saya, Agar saya tak menyusahkan mereka” Itu yang terucap dari mulut seorang nenek tersebut.

Kepada Eriza, sang nenek juga sempat berpesan  “Nanti jika kamu berkeluarga, cari pasangan yang bisa mencintaimu dan keluargamu nak dan jangan sekalipun kau sia-siakan orang tuamu”kata si nenek haru.

Eriza mengaku mendapat banyak pelajaran saat bertemu dengan nenek tersebut. “Terimakasih nek banyak pelajaran yang dapat saya ambil, Lekas sembuh buat nenek, tugas saya di panti jompo ini akan selesai sabtu ini, nanti jika saya punya waktu, saya akan main kemari untuk menjenguk nenek disini” katanya, bagi Eriza, sosok nenek tersebut adalah seorang ibu yang tegar dan tidak pernah membuat susah anak-anaknya, di dalam hati Eriza berjanji tidak akan menyia-nyiakan orang tuanya.

Dari cerita sang nenek, kata Eriza dapat disimpulkan banyak hal positif yang dapat diambil hikmahnya. Salah satunya adalah betapa sedihnya seorang ibu yang telah membesarkan anak-anaknya hingga tumbuh dewasa dan kemudian menikah, namun apa balasan seorang anak terhadap ibunya, menjenguk saja tidak pernah apa lagi menjaganya.

Suhardiman Asarga Linge

Komentar Anda
SHARE