Majelis Adat Gayo Teken MoU Dengan HAkA Lestarikan Lingkungan

TAKENGON: Untuk melestarikan kawasan Hutan khususnya kawasan ekosistem Leuser di Gayo, Majelis Adat Gayo Kabupaten Aceh Tengah tanda tangani Nota kesepakan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA).
Sekretaris HAkA Badrul Irfan mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan itu bertujuan untuk menggali kembali tentang Pengulu Uten “Pang Uten” Pengulu Lut “Pang Lut” dan Kejurun Blang yang ada di Gayo.

“Kami akan melakukan penelitian dan menyusun kearifan lokal suku Gayo terhadap pengelolaan lingkungan di 4 Kabupaten yang ada di Gayo, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Lukup Serbe Jadi, namun sentral penelitianya di Aceh Tengah”, ungkap Badrul kepada wartawan, Selasa 21/11/2017 di Bebuli Takengon.

Ia menambahkan, nantinya hasil penelitian itu akan menjadi pegangan dan rujukan masyarakat Gayo dalam sistem pengelolaan lingkungan.

“Apa yang dilakukan masyarakat Gayo dulunya untuk melestarikan kawasan Hutan khususnya kawasan ekosistem Lauser, ini yang ingin kami gali, jangan sampai hilang begitu saja, supaya dapat terdokumentasikan dalam bentuk buku,” terangnya.

Sample kegiatan itu adalah masyarakat yang hidup berdampingan dengan Hutan dan danau Lut Tawar.

“Bagaimana cara orang tua dahulu mengelola air, memanfaatkan kayu, kejurun Blang, Aih Aunen, Blang Penjemuren, bagaimana caranya ini bisa difungsikan kembali, hasil akhir dalam penelitian ini akan menjadi bahan ajar Kurikulum Muatan Lokal”, Tutup Sekretaris HAka itu.

Sementara itu Ketua Majelis Adat Gayo Aceh Tengah Ir.M.Yusin Shaleh,M.BA melalui Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Dr.Joni.M.Pd.B.I mengatakan, penelitian tersebut untuk memfungsikan kembali Kejurun yang hampir punah di Gayo.

Semoga hasil penelitian ini dapat membangkitkan kembali Kejurun Blang yang sudah hampir punah di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Lukup Serbe Jadi, bukan hanya itu dengan adanya penelitian ini mudah-mudahan Sumber Daya Alam dapat hidup dengan layak dan terjaga kelestarianya, tutup Dr.Joni yang kerap disapa Aman Rima itu.(REL)

Komentar Anda
SHARE