MAG Diminta Jadi Mediator Damai Antara Shabela dan Firdaus

  • Whatsapp
IPPEMATA Banda Aceh (Photo/Kabargayo)

KABARGAYO.COM, Takengon; Kabupaten Aceh Tengah kini sedang dirundung duka, beberapa daerah dikabupaten berhawa sejuk itu mengalami longsor dan banjir bandang, lain itu pimpinan daerah antara Bupati Shabela dan Wakil Bupati Firdaus kini berpolemik terkait proyek.

“Sikap ini menunjukan ketidakdewasaan dalam berpolitik sebagai pemimpin,” terang Ketua umum IPPEMATA Banda Aceh Sutris kepada media ini, Kamis (14/05/2020) malam.

Read More

Menurutnya, saat situasi seperti ini, seharusnya pemerintah hadir sebagai sosok pembawa kabar gembira bagi masyarakat Aceh Tengah, sebagai sosok penolong dan pemimpin masyarakat untuk sama-sama bangkit dari kondisi duka.

“Saatnya Majelis Adat Gayo bergerak mendamaikan pimpinan daerah, ini sebagai pengalaman awal di Kabupaten penghasil Kopi Arabika ini, jika Majelis Adat telah bergerak otomatis kasus serupa tak lagi terulang, dan masalah ini agar cepat di selesaikan dengan cara terbaik,” harap Sutris.

“Akan sangat disayangkan apabila ada perang dalam pemerintahan, hal tersebut tentu akan berimbas kepada masyarakat secara langsung, jangan sampai karena perbedaan di dalam tubuh kepemimpinan pemerintahan aceh tengah, masyarakat yang menjadi korban nya,” timpal Sutris didampingi Maqbul Rizky Wakil Ketua IPPEMATA Banda Aceh.

Ia juga minta, Majelis Adat Gayo menunjukan fungsi dan perannya sekarang sebagai mediator antara Bupati dan Wakil Bupati. “kami berharap banyak kepada Majelis Adat, supaya suasana dingin, Ippemata banda aceh juga akan menyurati gubernur dan menteri dalam negeri, jika dalam waktu dekat permasalahan ini tidak selesai,” tutup Sutris berharap kasus itu tak sampai kepihak kepolisian. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts