LSM GEMPuR: Listrik Semraut dan Sistem Penyangkulen “Bejat” di Danau Lut Tawar

  • Whatsapp
Pemandangan Danau Lut Tawar Jelang malam hari (Photo/Ist)

Kabargayo.com, Takengon: LSM Generasi Muda Peduli untuk Rakyat (GEMPur) soroti alat tangkap ikan baru “Penyangkulen-red Gayo” diseputaran Danau Lut Tawar. Menurut Namtara Linge, masyarakat pinggiran Danau merasa resah akibat perbuatan oknum yang memasang perangkap ikan dan instalasi aliran listrik yang semeraut.

Menurutnya, aliran listrik di sepanjang keramba dan penyangkulen dengan satu kabel namun di pasang banyak bola lampu secara berjejer. Kata dia, itu sangat membahayakan bagi keselamatan manusia dan keberlanjutan endemik ikan tawar.

Read More

“Kami mempertanyakan kepada PLN Aceh Tengah, bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem instalasi listrik di permukaan air danau laut tawar?,  Dalam waktu dekat kami akan surati perusahaan BUMN,” kata Namtara Linge melalui press rilisnya, Rabu 10/03/2021.

Namtara Linge (Photo/Ist)

Ia juga menyesalkan perbuatan para oknum yang memasang perangkap ikan “penyangkulen” untuk menangkap ikan depik menggunakan jaring kecil sehingga ikan ukuran kecil juga tertangkap, harus nya kata dia, ada ukuran tertentu bila ikan depik ukuran kecil masuk kedalam penyangkulen terlepas lagi.

Aksi itu lanjutnya, akan menyebabkan populasi ikan depik terancam punah, serta dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi. “Cara penangkapan tradisional memang sejak dahulu kala masyarakat sudah terbiasa menangkap ikan depik, namun praktek nya tidak sekejam sekarang,” pungkasnya.

Pihaknya berharap, direktur PT. PLN Persero Aceh Tengah untuk menugaskan jajarannya menertibkan sistem instalasi listrik di permukaan keramba dan penyangkulen di sekeliling Danau Lut Tawar sebagai kebanggaan masyarakat dataran tinggi Gayo.

“Dinas perikanan dan dinas lingkuangan hidup Aceh Tengah seharusnya lebih respon terhadap masalah ini, jangan dibiarkan menjamur diseputaran Danau Lut Tawar, ini sangat mengganggu keselamatan endemik Danau,”  timpalnya sembari berharap pihak dinas perikanan turun menertibkan.

Namtara juga menaruh harapan kepada Pemerintah Daerah dan DPRK Aceh Tengah agar peka terhadap penomena ini dan segera membuat regulasi atau qanun Kabupatem Aceh Tengah tentang penyelamatan danau laut tawar (save danau laut tawar), supaya ada payung hukum yang jelas dan tegas demi menjaga kelestarian danau laut tawar beserta isinya. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts