Lepas Sambut Kapolres Aceh Tengah dan Cerita Pahit Manis Kenangan Hairajadi

  • Whatsapp
Mantan Kapolres Aceh Tengah Hairajadi Terima penghargaan ucapan terimakasih telah bertugas di Kabupaten Aceh Tengah dari Bupati Shabela Abubakar

Kabargayocom, Takengon | Momentum lepas sambut Kapolres Aceh Tengah dari AKBP Hairajadi, SH ke AKBP Nono Suryanto, S.IK diwarnai dengan penyampaian kenangan indah dan pahit selama bertugas.

Terlebih Hairajadi telah memimpin wilayah hukum Resort Aceh Tengah itu selama kurang lebih 2 tahun, banyak hal yang dilalui, terutama ia sebut tak akan bisa dilupakan pahitnya Kopi Gayo dan senyuman Bupati Shabela Abubakar.

Read More

“Kenangan pahit yaitu, ketika ke kantor Bupati dikasih kopi pahit,
di hitam putih dikasih kopi pahit,
di Kenari Kopi pahit, semua pahit, namun itu adalah andalan di Gayo dengan Kopi pahitnya,” terang Hairajadi, Sabtu (29/02/2020) malam di Gedung Ummi Pendopo setempat.

Sedangkan kenangan manis kata Hairajadi, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar selalu memberi senyuman manis ketika menghadap, meski pak Bupati sedang banyak masalah yang harus diselesaikan.

“Saya tahu itu, banyak kegiatan internal dan eksternal yang harus diselesaikan, namun beliau luar biasa, tidak pernah menunjukkan rasa kecewa dan tidak pernah enggan tersenyum, bahkan dalam keadaan ruwetpun ia selalu cerita yang indah-indah,” terangnya.

Lain itu kata dia, Bupati Shabela selalu bisa berbahasa Gayo, jikapun lawan berbicara nya terkadang tak mampu berbahasa Gayo.

“Artinya, pak Bupati ingin menyelamatkan bahasa Gayo, terlebih Aceh Tengah akan menerapkan sehari dalam seminggu berbahasa Gayo. Saya tidak kebayang bagaimana pak Dandim Letkol Inf Valyan Tatyunis dan Kapolres yang baru AKBP Nono Suryanto S.IK nantinya berbahasa Gayo,” canda Hairajadi sembari diberi tawa ringan oleh tamu undangan.

Sanjungan itu disampaikan Wadir Reskrimsus Polda Aceh itu lantaran jarang seorang Bupati selalu sumringah dengan kearifan lokal yang dimiliki.

“Sangat jarang kita temui seperti dia, saya sendiri belum bisa, ia terus membabat bahasa Gayo, meski tidak sama orang Gayo. Ini perlu dicontoh dari pak Bupati, mari kita gemar berbahasa Gayo,” himbau Hairajadi.

Selama bertugas di Negeri berhawa sejuk itu, pria kelahiran Pondok Baru Kecamatan Bandar Aceh Tengah (sebelum pemekaran-red) itu menyebut, ditempat lain ia belum pernah menemukan kekompakan seperti yang ia alami di kampung halamannya itu. Terlebih Ketua Pengadilan setempat selalu menjadi sohib dengannya, apalagi turut gabung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah.

“Jika yang tiga ini bergabung, seolah-seolah lupa bahwa penghuni Rutan Kelas II B Takengon hasil produksi kami bertiga,” kenang mantan Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) itu.

Ia juga menyinggung keakraban nya dengan Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega, teman kecilnya saat senag dan susah, ia berpisah dengan kader PDI Perjuangan itu setelah masa-masa SMA

“Ini teman kecil saya, dulu kami (belelesen-red Gayo), karena pada waktu itu orang tua kami tak mengijinkan jika Kopi yang baru dikutip dibawa untuk dijual, melainkan biji Kopi yang telah dimakan tikus yang kami kutip. Jika ingat itu, mungkin kami jadi Kepala Desa pun tidak mungkin, karena ekonomi dan kemampuan pada waktu itu kurang. Namun Allhamdulilah, Allah memberi amanah yang berat kepada kami,’ kenang sosok pria yang cukup humoris itu.

“Ini kenangan yang tak terlupakan, dan kenangan ini takkan terulang ditempat lain, pesan saya, jangan karena jabatan putus tali persaudaraan,” tutup AKBP Hairajadi SH.

Lepas sambut Kapolres Aceh Tengah itu turut dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah, Ketua DPRK Aceh Tengah, Ketua Pengadilan Negeri Aceh Tengah, Dandim 0106 Aceh Tengah, Mahkamah Syari’ah, Kepala Bank Aceh, dan Forkopimda setempat.

Related posts