Leader Grup Gajah Mada: Tidak Benar Member QNET Dirugikan, Jalankan Sistem Komisi Didapat

TAKENGON: Terkait keluhan salah seorang member, QNET di Aceh Tengah, Rahmayani yang mengaku dirugikan karena iming-iming yang dijanjikan pihak perusahaan tidak sesuai dengan kenyataaan, pernyataan tersebut dibantah oleh member QNET lainnya.

Baca: “Setor” Rp 211 Juta, Nasabah PT. Amoeba Internasional QNET Mengaku Dirugikan

Kepada Kabargayo, Kamis (15/3/2018), salah seorang member QNET di Aceh Tengah, Muhammad Joni, yang merupakan Leader Grup Gajah Mada, CV Istana Grup dengan support sistem dari PT Amoeba Internasional, QNET, mengatakan pernyataan yang menyebutkan bahwa ada member QNET yang dirugikan seperti pernyataan Rahmayani tidaklah benar.

Jika ada yang merasa mengaku dirugikan, mungkin member tersebut tidak memenuhi kewajiban sebagai member QNET dan tidak mematuhi cara kerja dengan support sistem, dan tidak memenuhi syarat Cross Line tiga kiri dan tiga kanan di dalam sistem kerja QNET untuk mendapatkan komisi.

Dalam perjanjian kata Muhammad Joni, jika member telah memenuhi syarat Cross Line tiga kiri dan tiga kanan maka berhak mendapatkan komisi Rp 3 Juta “Dalam perjanjian, jika tidak turun komisi sebesar 3 juta atau tidak bisa dicairkan berbentuk rupiah, maka uang member akan dikembalikan sesuai perjanjian, perjanjian tersebut ditanda-tangani di atas materai Rp 6000″ujarnya.

Muhammad Joni telah bergabung sejak 2015 dan mengaku telah sering mendapat komisi, ” Begitu juga beberapa member-member lain yang telah mendapatkan komisi, jadi tidak benar jika dikatakan member dirugikan dalam sistem QNET” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk keluhan Rahmayani yang mengaku dirugikan oleh QNET, Rahmayani tidak memenuhi persyaratan seperti yang disyaratkan oleh perusahaan “Ibu Rahmayani tidak memenuhi syarat Cross Line tiga kiri dan tiga kanan, dan sepengetahuan saya, mereka juga telah mendapat komisi” ujarnya.

Apa yang disampaikan Muhammad Joni, dibenarkan oleh salah seorang member QNET lainnya, Zuhrizal yang juga menerangkan bahwa selama ia menjadi member QNET dirinya juga telah banyak mendapatkan komisi” Jika bekerja seperti sistem yang ada di QNET, maka setiap member akan mendapatkan komisi, jadi kalau ada member yang merasa dirugikan itu tidak benar sama sekali”ujar Zuhrizal.

Bisnis online QNET merupakan salah satu perusahaan penjualan seperti multilevel Marketing. Setiap calon anggota bisa mendaftar melalui sistem online dengan website yang telah disediakan oleh QNET. Bisnis Qnet sudah tersebar di Asia, untuk di Indonesia menggunakan sistem jaringan PT. Amoeba Internasional. Untuk mendaftar menjadi Anggota QNET, konsumen harus membayar Rp 8,5 Juta. Setelah mendaftar, konsumen akan mendapatkan alat kesehatan.

“Saat para member mempromosikan produk tersebut kepada komsumen lain yang kemudian mendaftar dengan sistem cross line tiga kiri dan tiga kanan maka member tersebut akan mendapatkan komisi” jelas Muhammad Joni.

Ia menyayangkan pernyataan Rahmayani “Kami sebagai member QNET yang aktif menjalankan bisnis ini sebenarnya merasa dirugikan dengan pernyataan tersebut, karena citra kami jadi buruk”pungkas Zuhrizal seraya kembali menegaskan bahwa pernyataan Rahmayani tidak benar sama sekali. (Wein Pengembara)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!