Lauhin Mahfudz, Pemuda Saleh dengan Segudang Prestasi Internasional dari Gayo

TAKENGON: Keberhasilannya, Lauhin Mahfudz pemuda asal Gayo yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo masuk tiga besar dan maju ke babak final dan mewakili Indonesia dalam MTQ Syarhil Qur’an di Mesir, membuat ia menjadi perbincangan hangat. Sosoknya mencuri perhatian publik. Bagaimana tidak ia telah menorehkan prestasi membanggakan dan membawa harum nama Gayo dan Indonesia di dunia Internasional.

Lauhin Mahfudz adalah anak dari HM. Saleh AR dan Murtasidah. Anak ketiga dari tiga bersaudara. Berasal dari dataran tinggi Gayo Kabupaten Aceh Tengah tepatnya di Kampung Tetunyung Kecamatan Lut Tawar.

Sedari kecil, adik dari Samusi Purnawira Dade ini sudah menampakkan bakatnya di bidang agama dengan keikutsertaannya di berbagai lomba keagamaan.

Lauhin kecil menamatkan sekolah dasar di MIN Takengon, kemudian mengikuti jejak abangnya yg juga alumni pesantren tepatnya di Pesantren Raudhatul Hasanah Medan pada tahun 2014. Kemudian sempat melanjutkan kuliah di UIN Ar Raniry jurusan Tafsir Al Quran dan Hadist.

Kesempatan untuk melanjutkan ke Timur Tengah tidak disia-siakan oleh pemuda yang lahir pada tahun 1996 ini. Lauhin ikut test yg diadakan oleh Universitas Al Azhar Kairo dan yang kemudian diterima pada tahun 2016 pada jurusan Syariah Islamiyyah di kampus terbesar Islam tersebut.

Di awal masa perkuliahannya, Lauhin ikut menorehkan prestasi pada ajang perlombaan Khatib Jumat yang diadakan oleh Pemerintah Mesir. Setelah ini namanya semakin dikenal tidak hanya dari Gayo tapi internasional.

Remaja yg hobi membaca ini kerap diundang dalam acara-acara resmi kampus dan Pemerintah Mesir karena kefasihannya dalam berbahasa Arab. Oleh abangnya yang kini ditugaskan oleh Bupati Bener Meriah di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Lauhin sering dibawa ke acara MTQ sehingga sejak kecil telah tertanam keinginannya menuntut ilmu agama.

Lauhin Mahfudz dan rekannya Ahmad Farhan Tsani alumni dari Pesantren Raudhatul Hasanah Medan (Photo:fb Samusi Purnawiradade)

Keberhasilannya masuk tiga besar dan maju ke babak final dalam MTQ Syarhil Qur’an di Mesir. Musabaqah ini diadakan oleh Ikatan Persatuan Qori Indonesia (IPQI) bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Mesir (PPMI) yang diikuti oleh mahasiswa/pelajar dari berbagai negara di Mesir membuat dirinya semakin dikenal dan membuat bangga keluarga dan masyarakat Gayo khususnya.

Lauhin berharap dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia agar dia tetap diberikan kesehatan dan pada akhirnya mengabdikan diri di tanah kelahirannya.

Lauhin Mahfuz mendapat peringkat kedua dan lolos ke final Cabang Syarhil Quran Internasional di Mesir. (Photo: fb Samusi Purnawiradade)

Remaja yang kini sedang dalam program mengkhatamkan hafalan Quran tersebut juga sangat berterimakasih kepada kedua orang tua yg telah mendidiknya, keluarga, kakak dan abangnya.

Lauhin juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya. Khususnya kepada Bupati Aceh Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah dan seluruh masyarakat di Gayo Lues. Dia berharap akan muncul Lauhin-lauhin lainnya yg lebih berprestasi dan mengharumkan nama Gayo di kancah dunia. Jadikan generasi muda yang Islami, berprestasi dan berakhlak mulia, demikian mottonya.(Wien Pengembara)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!