Korsupgah KPK Gelar Pertemuan dengan Jajaran SKPK Bener Meriah

REDELONG: Tim koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gelar pertemuan dengan jajaran SKPK Bener Meriah. Pertemuan ini berlangsung di ruang Oproom Kantor Bupati Bener Meriah. Kamis (4/7/2019).

Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi mengatakan agenda pertemuan ini merupakan upaya pembenahan-pembenahan sistem pemerintahan  di Kabupaten berhawa sejuk itu.

“Pertemuan ini dalam upaya pembenahan sistem kita di Bener Meriah yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi-diskusi dan pemetaan-pemetaan yang nantinya akan didapatkan solusi-solusi terbaik untuk Bener Meriah”jelas Bupati yang akrab disapa Abuya ini.

Azril Zah dari Korsupgah disela-sela kegiatan ini menerangkan, agenda Korsupgah KPK adalah untuk mendampingi Pemerintah Daerah, dalam hal ini Kabupaten Bener Meriah untuk memberikan solusi  apabila ada masalah-masalah dalam upaya pencegahan korupsi daerah penghasil kopi ini.

Pendampingan yang dilakukan Korsupgah KPK, jelas Azril yakni terhadap perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, perbaikan manajemen ASN, peningkatan kapasitas aktif Inspektorat, Dana Desa, optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset daerah.

Untuk perencanaan dan penganggaran APBD, didorong perbaikan sistem dan penerapan aplikasi E-planning, E-Budgeting. Selanjutnya dari sisi pengadaan barang dan jasa juga didorong agar organisasi independen, permanen dan tidak ada intervesi dari pihak manapun, baik internal mau eksternal.

“Begitu juga di penganggaran APBD tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun, harus sesuai dengan aturan yang ada. Kalau ada intervensi silahkan di informasikan. Kita akan coba mengatasinya, demikian juga untuk perizinan dalam lainnya”kata Azril.

Untuk Aset daerah terangnya, jangan sampai aset digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai juga untuk legalitasnya harus jelas, termasuk kejelasan terkait sertifikasi.

Bener Meriah, sebagaimana diketahui adalah salah satu kabupaten yang Bupatinya sempat berurusan dengan KPK, dua orang mantan Bupatinya terjerat kasus korupsi dengan kasus berbeda.

“Kita tidak ingin di ada terjadi korupsi di daerah, seperti di Bener Meriah ini, kita tidak ingin, kita mendampingi jangan sampai bupati dan jajajaran terjebak korupsi” pungkas Azril. (Arsadi Laksamana)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!