Korban Puting Beliung Pegasing Terima Bantuan Masa Panik

  • Whatsapp
Bupati Shabela saat menyerahkan Bantuan masa panik kepada korban angin puting beliung di kampung Pepalang Kecamatan Pegasing Aceh Tengah (Photo/Karmiadi)

Kabargayo.com, Takengon; Korban yang terdampak atas musibah puting beliung di Kampung Pepalang Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah terima bantuan masa panik dari Pemerintah setempat.

Bantuan masa panik itu diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan diterima oleh 16 keluarga korban angin puting beliung.

Read More

Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah Shabela turut prihatin atas musibah yang melanda masyarakat Pepalang. Ia meminta korban puting beliung itu untuk tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan tersebut.

“Kami turut prihatin atas musibah ini, kami juga merasakan apa yang bapak rasakan, terlebih situasi saat ini kita sedang menghadapi musibah wabah virus Corona,” kata Bupati Shabela, Kamis (02/04/2020) di depan masyarakat yang akan menerima bantuan masa panik itu.

Dalam kesempatan itu ia juga memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19 yang kini meresahkan masyarakat tanah air. Menurut Shabela, masyarakat harus mengikuti rambu-rambu yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah.

Selain itu, masyarakat diminta untuk membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari, menjaga jarak dan memperhatikan makanan serta asupan gizi yang cukup.

“Tidak usah panik, jaga kesehatan kita bersama, biasakan mencuci tangan, jika tidak ada keperluan mendesak tidak usah keluar rumah,” papar Shabela.

Lain itu, ia meminta aparatur desa menyiapkan relawan dimasing-masing kampung untuk antisipasi penyebaran Covid-19 dengan menyampaikan langsung tentang bahaya Virus itu ke tengah masyarakat.

“Para relawan nantinya melakukan pencegahan, mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi yang tepat dengan menjelaskan perihal informasi terkait dengan Covid-19, baik gejala, cara penularan, maupun langkah-langkah pencegahannya,” kata Bupati.

Adapun struktur relawan kampung tersebut kata dia, meliputi Reje, Ketua Rayat Genap Mupakat, tokoh masyarakat, bersama dengan mitra kampung, seperti pendamping desa, bidan desa, Babinkamtibmas dan Babinsa.

Tambahnya lagi, jika ada keluarga yang pulang kampung dari luar daerah, terlebih dari daerah yang terdampak virus Corona untuk mengisolasi diri secara mandiri dirumah selama 14 hari.

“Isolasi mandiri dirumah atau di Serami yang disiapkan oleh desa, supaya masyarakat tidak resah,” tutup Shabela Abubakar berharap wabah Corona itu cepat berlalu, (KAR)

Related posts