Korban Kredit Bodong bersama GMNI Demo Bank BRI Cabang Takengon

0

 

TAKENGON: Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Takengon yang berasal dari Kecamatan Jagong yang juga didampingi oleh puluhan Mahasiswa GMNI Aceh Tengah, gelar aksi demo di depan Gedung Bank BRI Cabang Takengon, Kamis, (19/10/2017).
Mereka menuntut kepastian mengenai uang serta anggunan Sertifikat Tanah dan BPKB Sepeda Motor yang telah dibawa oleh “F” selaku pihak Bank BRI yang bertugas sebagai Mantri Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI cabang Takengon Unit Jagong.

F dituding merugikan 42 Nasabah dengan kerugian yang bervariasi, berkisar antara 15 Juta, 30 Juta, 50 Juta dan 35 Juta, nominal kerugian mencapai Rp 1,2 Miliar.

Koordinator aksi, Asra Arisyah Fitra mengatakan GMNI melakukan aksi ini untuk mengawal para nasabah yang menjadi korban penipuan kredit bodong itu. Dalam aksi tersebut puluhan aktivis mahasiswa ini membawa spanduk dan melakukan orasi depan Bank BRI Cabang Takengon.

Kasim Asrama, salah seorang Nasabah yang mengaku jadi korban F mengatakan bermula pada 2015 sejumlah warga mengajukan kredit di Bank BRI unit Jagong melalui F namun di ditengah-tengah perjalanan F meminta sertifikat diluar anggunan kredit yang diajukan dengan alasan adiknya akan masuk Kepolisian.

Tapi kemudian sertifikat itu jelas Kasim, digunakan F untuk anggunan kredit yang berbeda, hingga saat ini sertifikat tersebut belum juga dikembalikan oleh F dan BRI Cabang Takengon. Kasim mengatakan kredit yang diajukan F cacat prosedur dan semestinya batal demi hukum.

“Kami menuntut pihak Bank BRI dapat mengembalikan kerugian kami dan anggunan kami segera dikembalikan”Ungkap Kasim dihadapan Kepala Bank BRI Takengon. Ia minta sertifikat tanahnya dikembalikan serta meminta pihak Bank agar segera membayar uang yang telah diambil oleh F.

Dilain pihak, Husain Kepala Bank BRI Cabang Takengon mengatakan F telah di PHK karena melanggar disiplin saat bertugas” F sudah kami pecat, sebelumnya masyarakat Jagong melakukan transaksi dengan pihak Bank tanpa adanya bukti apapun, kita sama-sama korban, dan untuk kasus ini kami pihak Bank akan mendampingi menyelesaikan di ranah hukum”Ujar Husain. Untuk saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Kepolisian untuk ditindak lanjuti.

Aksi demo sempat memanas, gesekan sempat terjadi antara Aktivis GMNI  dengan pihak kepolisian Polres Aceh Tengah yang mengamankan Kegiatan Unjuk rasa tersebut. (Toskomi)

Aksi para nasabah dan GMNI tersebut sempat memanas dikarenakan seorang aktivis GMNI merasa dipukul oleh pihak  Bank BRI Cabang Takengon.  Aktivis sempat diamankan oleh pihak kepolisian, namun aksi tersebut selanjutnya berlansung dengan damai. (Wien Pengembara)

.

Komentar Anda
SHARE