Kopi Gayo “Menjerit”, Muchsin Hasan; Ada Dua Opsi Untuk Solusi

  • Whatsapp
Anggota DPRK Aceh Tengah Muchsin Hasan (paling kiri) saat menyampaikan solusi ditengah audiensi dengan sejumlah pengusaha kopi lokal, didampingi Sukurdi Iska dan Sekretaris Aliansi Masyarakat Peduli Kopi Gayo (AMPKG). (Photo/Kar)

Kabargayo.com, Takengon; Kopi Arabika Gayo saat in sedang mengalami nasib yang pilu, ditengah merebaknya virus Corona, penghasilan utama masyarakat Aceh Tengah itu dalam keadaan anjlok. Selain dibeli dengan harga murah, dibeberapa tempat Kopi tak lagi dibeli oleh pengepul.

Salah satu anggota DPRK Aceh Tengah Muchsin Hasan saat beraudiensi dengan sejumlah pengusaha lokal menawarkan 2 opsi untuk menyelamatkan Kopi Gayo, Petani dan pengusaha lokal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Read More

Opsi pertama kata dia, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membentuk sebuah wadah untuk menampung kopi gayo dengan harga yang telah ditentukan dan disepakati oleh eksportir. Dengan catatan berkonsultasi dengan pihak terkait termasuk ke kementerian agar tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Ini opsi pertama yang  harus dilakukan Pemerintah Daerah, selanjutnya, apakah Pemerintah sepakat, kami yakin ini sangat membantu nasib kopi dan masyarakat Gayo,” Kata Muchsin Hasan didampingi Ketua DPRK Arwin Mega dan Sukurdi Iska, Kamis (09/04/2020).

Solusi kedua yang harus dilakukan kata Muchsin, mengumpulkan para eksportir untuk dapat membuka akses ke resi gudang. Para eksportir yang harus diberikan peran untuk menyelamatkan Kopi Gayo dan petani.

“Pemerintah Daerah mengajak para eksportir itu untuk memanfaatkan resi gudang, dengan catatan, birokrasi perbankan tidak terlalu rumit, karena saat ini semua butuh waktu cepat, mengingat masa panen kopi gayo estimasinya awal bulan Juni, sedangkan bulan Apri hingga bulan Mei adalah puncak dari panen produksi kopi gayo,” terang Muchsin Hasan.

Kedua Opsi itu kata dia, merupakan langkah kongkrit yang bisa dilakukan pihak eksekutif dengan dibarengi legislatif itu menyangkut dengan hajat masyarakat orang Gayo.

“Beberapa minggu lagi kita akan melaksanakan Meugang (Tradisi menyambut Bulan Suci Ramadhan-red) dan menjalanakan ibadah puasa selanjutnya akan menghadapi lebaran Idul Fitri, masyarakat butuh solusi,” tambahnya sembari menyebut, harga kopi adalah skala prioritas.

Harga kopi didaerah pedalaman di Aceh Tengah menurut Muchsin tak menentu, terkadang ada pengepul yang membeli dengan harga Rp.6000. bahkan disebahagian tempat pengepul enggan membeli dari petani. Kalkulasinya kata dia, satu kaleng berkisar antara Rp.60.000 dipotong dengan ongkos metik kopi Rp.25.000 sisa yang harus diterima berkisar Rp. 35.000. dengan pendapatan tersebut tak begitu berarti bagi masyarakat.

“Minimal harga standar diupayakan kembali seperti semula , ini perlu upaya dari pemerintah daerah antara eksekutif dan legislatif menempuh langkah menyelamatkan harga pasar kopi saat ini. Sekali lagi, kebijakan pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam masalah ini,” harap Muchsin Hasan.

Selanjutnya kata dia, Pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapeti) yang bergerak dibawah Kementrian Perdagangan Republik Indonesia terhadap mekanisme resi gudang.

Begitupun pihak Bank BRI saat ini telah menyalurkan kredit resi gudang. Selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan plafonnya serta membuka akses secepat mungkin bagi pihak perbankan lainya sehingga tidak tertumpu pada satu perbankan saja.

“Kita ketahui Bank BRI hanya memberikan plafon maksimal Rp.15 Miliar untuk satu pengusaha, nah mungkin pihak Bank yang lainnya dapat meningkatkan plafon untuk pengusaha yang lain sebagai upaya menyelamatkan Kopi Gayo,” terang dia.

Lebih lanjut, pihak DPRK AcehTengah telah berkomunikasi dengan Bank Aceh tentang upaya menyalurkan kredit ke pihak eksportir dalam memanfaatkan resi gudang. “Ini sedang diupayakan oleh Bank Aceh, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Bank Aceh pusat untuk mendapatkan sebuah regulasi atau ijin,” tutup Muchsin Hasan sembari berharap nasib Kopi gayo dan masyarakat dapat terselamatkan di tengah status emergenci wabah virus Corona. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts