Konflik Gajah dan Manusia, Masalah Tak Kunjung Usai di Bener Meriah

REDELONG: Berulangkali, gajah memasuki pemukiman warga di Bener Meriah, terutama di kawasan yang berdekatan dengan kawasan hutan bahkan telah merenggut nyawa, perlu penanganan serius, jika tidak akan jatuh korban lagi.

Kawanan gajah liar kembali menyatroni ke pemukiman dan perkebunan penduduk, di  Kecamatan Pintu Rime Gayo tepatnya di Dusun Menasah Selatan Rime Raya, Bener Meriah Selasa malam. Satu rumah warga berikut kandang ayam milik salah seorang warga bernama Aman Dian dirusak kawanan gajah tersebut.

Jika dirunut ke belakang sejak 2012 silam,  ini bukanlah kali pertama hewan besar ini mengamuk, dari catatan media berulangkali telah terjadi. Tercatat, lima warga Bener Meriah yang tewas karena menjadi korban amukan gajah dan puluhan orang luka-luka, bukan itu saja, hektaran lahan pertanian juga dirusak ditambah dengan sejumlah rumah warga yang dirusak. Warga yang ketakutan terpaksa  berulangkali mengungsi.

Meski pihak terkait telah berjanji untuk menangani masalah ini, tapi hasilnya tetap saja belum kelihatan dan tetap saja tidak ada solusi bahkan korban terus berjatuhan.

Warga sebenarnya telah berulangkali meminta pemerintah untuk segera mengatasi persoalan ini, masyarakat setempat yang hampir keseluruhannya berprofesi petani menjadi takut untuk pergi ke kebun kalaupun ada yang tetap ke kebun harus mesti benar-benar waspada dan rasa tentu saja rasa was-was, perekonomian masyarakat setempat menjadi hancur. Pemerintah dinilai tidak serius menangani masalah ini, pasalnya hingga bertahun-tahun tetap saja belum ada solusi kongkrit.

Bupati Bener Meriah, Ahmadi SE mengatakan masalah konflik gajah ini  bukan hanya masalah Kecamatan Pintu Rime Gayo saja atau Bener Meriah saja dan penanganannya harus melibatkan  tiga kabupaten yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen. Bener Meriah, kata Ahmadi mempunyai tim khusus dalam melakukan penggiringan gajah liar ini.

Selain menggiring gajah keluar dari pemukiman penduduk, kedepannya Ahmadi mengatakan  akan dilakukan penanganan yang serius dan permanen, tahap pertama akan melakukan isolasi, supaya gajah yang sudah digiring ke hutan diharapkan tidak kembali ke pemukiman warga.

“Kita sudah pernah melakukan rapat koordinasi membahas KEE (kawasan ekosistem esensial) bersama kementerian terkait termasuk empat Kabupaten diantaranya  Bireuen, Aceh Tengah, Pidie Jaya dan Bener Meriah” kata Ahmadi saat melakukan kunjungan di salah satu desa di kecamatan Pintu Rime Gayo beberapa waktu lalu seraya menambahkan Permasalahan ini juga telah dilaporkan ke Gubernur Aceh. (Arsadi Laksamana)

 

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!