Komisi C Kembali Bahas Pembebasan Lahan oleh PLTA, Dewan; Jangan Bertele Tele

  • Whatsapp
Komisi C saat menggelar rapat kerja dengan pihak PLTA Peusangan I dan 2 (Photo/Arinos)

Kabargayo.com, Takengon; Komisi C DPRK Aceh Tengah kembali menggelar rapat kerja lanjutan dengan pihak PLTA Peusangan I dan 2 dalam hal ini dihadiri oleh Manager PLN UPP Kitsum 5 membahas tentang pembebasan lahan hingga kini belum tuntas dilakukan.

Rapat yang dihadiri Ketua Komisi C Muchsin Hasan didampingi seluruh anggota mempertanyakan sejauhmana proses pembebasan lahan yang telah dilakukan oleh pihak PLN serta kendala yang dihadapi dilapangan.

Read More

Dalam rapat tersebut dijawab langsung oleh Nanda Dani Andrianto Manager PLN UPP Kitsum 5 Aceh Tengah, menurutnya ada dibeberapa titik yang belum dilakukan pembebasan lahan untuk kepentingan PLTA.

Katanya ditiga desa Sanehen, Wih Sagi Indah dan Lenga sudah dilakukan pembayaran tahap ke-2 pada maret 2020 yang lalu ke 27 pemilik tanah. Dibeberapa titik lainya pihak perusahaan membutuhkan luas lahan yang akan dibebaskan diantaranya, Sikiren dengan lua 1,4 Hektar dan Tansaril/Pendere Saril dibutuhkan 1,8 Hektar.

“Kalu untuk daerah tansaril belum dilakukan pengukuran, begitupun di Arul Kumer Barat belum mulai proses, karena kami punya time skejul, tanah mana yang kami bebaskan terlebih dahulu, tergantung kebutuhan,” kata Nanda, Kamis (16/04/2020) di Aula DPRK Aceh Tengah.

Untuk didaerah Uning hingga Lenga kata Nanda tidak ada pembebasan lahan apapun, aliran sungai dibiarkan begitu saja seperti aslinya. Sedangkan genangan air 450.000 Meter Kubik (danau kecil) ada didaerah Sanehen.

Ketua Komisi C Muchsin Hasan meminta pihak perusahaan dapat membedakan harga tanah yang ada diseputaran Tansaril. Apabila perlu selanjutnya harus dikaji oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Ia juga meminta pihak perusahaan dapat memberikan data pembebasan lahan yang sudah dan yang akan dibebaskan, Rencana Pembangunan, serta Master Plan pembangunan dan alokasi dana CSR yang telah dan akan disalurkan oleh perusahaah. “Supaya terarah dan tidak bertele-tele,” kata Politisi Partai Golkar itu didampingi Abadi Ayus dan Ilhamuddin.

Sementara itu, Khairul Ahadian meminta pihak PLTA dapat menanam pohon di beberapa titik sumber mata air yang mengairi Danau Lut Tawar sebagai bahan bagu yang digunakan untuk pembangunan PLTA Peusangan.

Lain itu pihak perusahaan harus membangun kawasan sekeliling Danau Lut Tawar, lantaran beberapa daerah genangan air yang elevasinya rendah (daerah rawa-rawa-red) yang perlu dibuatkan tanggul dan ditimbun. Seperti di kawasan desa Boom Kecamatan Lut Tawar Hingga desa Mendale (Tanggul Boom-Mendale-red) dan juga desa Dedalu hingga Dermaga Ujung Baro (Tanggul Dedalu-Dermaga Ujung Baro-red).

“Kawasan itu perlu menjadi perhatian serius dari pihak PLN, lantaran lokasi tersebut nantinya akan tergenang jika bendungan di Desa Bale mulai di aktifkan,” terang Politisi Partai Berkarya itu

Ia pun menyoroti perihal tanggung jawab sosial perusahaan Corporate Social responsibility (CSR) agar disalurkan pihak PLN untuk perbaikan atau pelestarian sumber-sumber air (anak sungai-red) yang ada di seputaran Danau Lut Tawar.

“Langkah ini untuk menjaga debit air agar tetap stabil, PLN harus bertanggung jawab juga terhadap pelestarian dan perbaikan sumber air Danau Lut Tawar, jangan hanya memampaatkan airnya saja, tetapi tidak mau bertanggung jawab terhadap pelestarian,” pinta Erol dibarengi dengan keinginan Ilhamuddin.

Tambahnya lagi, kawasan-kawasan yang sudah usai ditangani PLN  seperti, kanan kiri sepanjang sungai dari Desa Bale hingga Desa Saril dan telah dibuat tanggul serta ditimbun, kiranya pihak PLN dapat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kabupaten Aceh Tengah ,untuk dimanfaatkan menjadi areal jogging track dan RTH (Ruang Terbuka Hijau), guna menunjang kawasan wisata.

Untuk MCK sebagai sasaran CSR dibeberapa titik yang belum disalurkan diharap dapat ditempatkan didaerah sumber air yang mengaliri danau lut tawar. “Pihak PLN sebut ada 27 unit, termasuk di Masjid Ridwan Tansaril, kami harap diseputaran Danau dapat diprioritaskan,” paparnya.

Sementara Manager PT PLN menyebut, pihaknya telah menggandeng pihak UGP Takengon untuk melakukan penghijauan diseputaran Danau Lut Tawar sejak tahun 2014 silam. Kegiatan itu rutin dilakukan menanam pohon sebanyak 2500 lebih di sumber mata air dan tahun ini merupakan tahun ke-6 program tersebut berjalan. Se3dangkan untuk CSR PLTA mengeluarkan sebesar Rp.400 Juta per tahun. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts