Kisah Pejuang Kelistrikan Menerangi “Timang Gajah” Provinsi Aceh

Oleh: Arina*

Kantor Pelayanan Timang Gajah, merupakan sebuah Unit terkecil dari PLN Unit Layanan pelanggan (ULP) Janarata, dengan jarak tempuh 33 KM (sekitar 1 jam perjalanan) untuk sampai ke ULP Janarata. Lokasi kantor pelayanan Timang Gajah Terletak di Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Indonesia. Jalur Lintas Nasional yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bireuen.

 

Bukan hanya sekedar nama, Timang Gajah merupakan wilayah yang banyak dihuni Gajah liar. Beberapa gajah liar sudah berhasil dijinakkan warga untuk meredam amukan gajah yang lain. Tapi Konfilik antara gajah dan manusia pun masih tetap terjadi di wilayah tersebut. Gajah jinak malah menjadi sasaran amukan gajah-gajah liar.

 

Kawanan gajah liar masuk ke perkebunan warga secara berkelompok berjumlah 30an untuk mencari makan. Dan hasilnya lahan perkebunan berisi pohon durian, pinang, pisang dan tanaman lainnya hancur dirusak kawanan gajah.

 

Tidak hanya perkebunan, amukan gajah juga menyebabkan terjadinya kerusakan pada peralatan listrik PLN. Pohon-pohon yang dirusak, jatuh menimpa Jaringan JTR (jaringan tegangan rendah) dan SR (sambungan rumah). Sehingga mengganggu pendistribusian energi listrik ke pelanggan.

 

Namun hal tersebut tidak menghalangi PLN untuk tetap melayani kebutuhan listrik masyarakat. Supervisor Teknik Fandra Juani pegawai PLN yang ditempatkan di Kantor Pelayanan Timang Gajah mengatakan, ada beberapa desa yang sering terkena amukan gajah liar seperti Menasah Selatan, Menasah yakin, lubuk cengkeh, teleden, bintang padi, sosial Menderek, Jalung, Sayeng, Blang Rakal, dan Pintu Rime gayo.

 

Desa-desa tersebut masuk dalam kecamatan Gajah Putih dan Pintu Rime Gayo yang terletak di ujung jaringan listrik (penyulang).

 

Dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat, pegawai dan petugas pelayanan teknik Kantor Pelayanan Timang Gajah menjadi garda terdepan PLN ULP Janarata dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

 

Terutama pada desa-desa yang sering di amuk gajah. Pada saat terjadi kerusakan jaringan listrik karena gajah. Petugas berkoordinasi terlebih dahulu dengan warga setempat sebelum memasuki lokasi. Untuk memastikan tidak ada lagi gajah di daerah tersebut. Jika sudah aman, petugas PLN ditemani warga sekitar masuk ke lokasi tersebut untuk memperbaiki jaringan listrik.

 

Dalam pelaksanaannya, tentu banyak pengalaman yang bisa dibilang “ngeri-ngeri sedap” dalam melayani listrik masyakarat pada lokasi yang sering diamuk gajah. Salah satunya adalah pada saat petugas bekerja memperbaiki jaringan listrik, bekas tapak gajah yang ditinggalkan masih terlihat jelas di tanah dan rumput. Serta pohon-pohon yang berjarak 500 meter dari lokasi kerja masih bergoyang karena dilewati gajah yang mulai menjauh.

 

Ditambah lagi beberapa kejadian aneh yang bisa dikatakan tidak masuk diakal. Petugas pelayanan teknik beberapa kali menemukan kabel sambungan rumah beserta Kwh Meternya di gulung rapi oleh gajah dan diletakan di bawah tiang TR. Seperti ingin menyampaikan pesan bahwa gajah tidak menyukai penerangan listrik di lokasi tersebut, terutama pada malam hari.

 

Tidak hanya gajah, kondisi georafis yang sulit, terdiri dari pegunungan, perbukitan dan lembah yang curam serta cuaca ekstrim baik panas, kering dan hujan menjadi Tantangan PLN Kantor Pelayanan Timang Gajah dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat.

 

Walaupun berlabel Jalan nasional Wilayah kerja Kantor Pelayanan Timang Gajah masih tergolong daerah tertinggal. Terutama pada desa-desa yang masuk ke kiri-kanan jalan nasional. Seperti di desa Bintang Berangun, Pantan Sinaku, Bergang dan juga Karang Ampar yang infrastruktur jalannya masih belum memadai.

 

Belum lagi sinyal handphone yang sering hilang pada lokasi-lokasi tertentu di ujung jaringan. Petugas dan warga menyiasatinya dengan janji temu pada lokasi yang sinyalnya cukup bagus untuk berkomunikasi. Setelah bertemu, petugas dan warga pun baru berangkat ke rumah atau lokasi kerja yang akan diperbaiki.

 

Menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi salah satu wujud nyata PLN dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat. Terutama di desa-desa terpencil di kawasan Aceh. Tidak hanya sekedar Terang, listrik membantu mendorong ekonomi masyarakat serta kehidupan yang lebih baik.

*Penulis adalah  manager PT PLN ULP Janarata

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!