KIP Bener Meriah Sosialisasi Pemilih Pemula dan Disabilitas

Komisioner KIP Bener Meriah bagian Devisi Sosialisasi dan SDM. Hasanah, SH

REDELONG : Komisi Independen Pemilihan ( KIP) Kabupaten Bener Meriah, sejauh ini terus melakukan sosialisasi pemilihan kepada pemilih pemula ( pelajar yang usianya genap 17 tahun pada tanggal 17 April 2019 ), disabilitas dan para ibu ibu Bhayangkara Kabupaten Bener Meriah

Komisioner KIP Bener Meriah bagian Devisi Sosialisasi dan SDM. Hasanah, SH saat dikonfirmasi Rabu ( 14/3/2019 ) di Kantor KIP setempat menyampaikan, sejauh ini pihaknya bersama tim relawan demokrasi telah melakukan sosialisasi tentang cara pemilihan Pilpres maupun Pileg kepada pemilih pemula di beberapa sekolah.

Menurutnya, adapun tempat sosialisai yang telah yang telah lakukan diantaranya, MAN 3 Lampahan pada tanggal 21 Februari 2019 yang diikuti 50 peserta, kemudian lanjut di SMA 3 Rongka yang dikuti 70 orang peserta, pada tanggal 22 Februari 2019 sosialisasi dilaksanakan di SMA 2 Bandar diikuti 80 peserta.

Kemudian Lanjut Hasanah, pada tanggal 25 Februari Goes to Campus Payung Negeri diikuti 60 orang peserta, setelah itu sosialisasi dilanjutkan di SMA Binaan yang diikuti 60 orang peserta, selain itu kami juga telah melakukan sosialisasi kepada ibu Bhayangkari pada tanggal 28 Februari 2019 yang di ikuti 100 peserta, dan pada tanggal 1 Maret 2019 kita memberikan sosialilasi kepada para disabilitas yang dilaksanakan di Aula P2TP2A Kabupaten Bener Meriah yang diikuti 100 peserta.

Hasanah, dalam kesempatan itu menyebutkan, sosialisasi yang dilaksanakan guna untuk memberikan pemahaman tentang tata cara pemilihan terhadap mereka yang pemula, disabilitas, dan ibu Bhayangkari.

Kita berharap, sosialisasi bukan hanya dilakukan pihaknya tapi hendaknya juga dilakukan oleh para Calon legislatif ( Caleg) untuk memberikan pemahaman, pencerdasan tentang pemilih, terlebih bagi caleg perempuan. Karena sejauh ini kami melihat para caleg perempuan di daerah ini masih kurang berparan penuh melakukan sosialisasi kepada masyarakat didaerah pilihan ( dapil) masing-masing.

” Kalau para caleg perempuan itu tidak maksimal memberikan dan meyakinkan para pemilih untuk memilih mereka, maka keterwakilan perempuan di parlemen ( DPR) akan semakin berat “, Ujar Hasanah.

Lebih lanjut Hasanah mengatakan, untuk pemilih perempuan sangat signifikan maka kita mengangap sangat perlu untuk diberikan sosialisasi pemilihan. Karena golput bukanlah suatu pilahan yang baik olehnya kita terus berupaya meningkatkan partisipasi kaum perempuan dan pemilih pemula untuk menentukan pilihanya pada 17 april 2019 mendatang. Ujar Hasanah. ( Gona)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!