Ketua Komisi C DPRK minta Eksekutif Bersinergi Terkait Kebutuhan Air

  • Whatsapp
Ketua Komisi C DPRK aceh Tengah Muchsin Hasan (Photo/Ist)

Kabargayo.com, Takengon: Muchsin Hasan, Ketua Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah Muchsin Hasan berharap ada sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perkim dan PDAM Tirta Tawar untuk memperhatikan serius ketersediaan air bersih di Kecamatan Bebesen. Belakangan ini, rumah penduduk dialiri air secara bergantian (Jeme – Gayo red).

Hal itu disampaikan, Muchsin atas laporan masyarakat dari Kecamatan Bebesen. Selama ini air didistribusikan dari bak penampungan Kampung Lelabu, namun ketersediaan air sudah tidak mencukupi sehingga terjadi penggiliran.

Read More

“Tidak mengalirnya air ke rumah masyarakat karena memang ketersediaan air bersih sudah minim, terlebih musim kemarau. Pemerintah sebelumnya telah membangun bak air di Kampung Tansaril, namun itu perlu ditindaklanjuti pembangunannya,” kata Muchsin, Senin 02 November 2020.

Lanjutnya lagi, Pemkab melalui dana DOKA tahun 2020 telah merampungkan pembangunan bak air di Tansaril. Untuk itu, nantinya air akan didistribusikan dari Tansaril melalui Kampung Kebet ke bak induk Kampung Lelabu, Sehingga dibutuhkan plot anggaran supaya debit air tercukupi untuk di bak penampung Kampung Lelabu, selanjutnya didistribusikan ke rumah penduduk.

Selain kebutuhan itu, pemkab juga harus bersinergi untuk membuat dua unit intek di wilayah Pestak dan tambahan satu intek di Kampung Atu Gajah, serta menambah pipa air ke tengah danau dari intek Kampung Dedalu.

“Pipa harus ditambah ke tengah danau, karena yang sekarang ini, air yang ditarik dari danau masih terlalu rendah sehingga air sering keruh,” kata Ketua Partai Golkar Aceh Tengah itu.

Kecamatan Bebesen merupakan konsumen terbesar PDAM Tirta Tawar, dan merupakan penyumbang pendapatan perusahaan daerah tersebut.

Konsumen hingga kini masih mengeluhkan tata kelola air bersih karena beberapa faktor.

“Sebelum sidang pembahasan Raqan APBK Aceh Tengah tahun 2021, kita berharap pemkab Aceh Tengah melalui Dinas Perkim, dapat melakukan perhitungan anggaran untuk kebutuhan infrastruktur air bersih,” pintanya.

Komisi C meminta pemkab untuk konsisten dalam membangun infrastruktur air bersih seiring kenaikan jumlah penduduk.

Pembangunan infrastruktur air bersih oleh pemkab harus bisa menjadi solusi bagi kebutuhan berbagai segmen masyarakat.
Masyarakat berharap kualitas air bersih yang baik. Sebab itu, pemkab diharapkan bisa menjamin bahwa air bersih yang merupakan hajat hidup orang banyak ini harus dapat dikelola dengan dukungan infrastruktur yang baik. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts