Ketua AGC: Persoalan Sampah Kiriman di Wih Pesam Perlu Perhatian!

REDELONG: Sri Wahyuni Ketua AGC (Aceh Green Community Bener Meriah) menanggapi persoalan sampah kiriman yang dikeluhkan beberapa desa di kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah mengatakan persoalan ini perlu perhatian semua pihak.

Hal tersebut ia ungkapkan usai berkunjung dari dua desa di Kecamatan Wih Pesam yang paling terkena dampak dari sampah kiriman tersebut yakni desa Suka Makmur Induk dan Suka Makmur Timur. Ia menjelaskan sampah di sepanjang jalan dan parit tersebut merupakan sampah kiriman yang berasal dari masyarakat Simpang Balik, (21/1/2018).

Baca:Sejumlah Desa Keluhkan Sampah Kiriman di Kecamatan Wih Pesam

Ia menambahkan, aliran air parit tersebut, juga mengarah ke alur-alur kecil dan selanjutnya menuju ke sungai Peusangan yang saat ini semakin memprihatinkan dan memperburuk ekologi yang juga merusak flora dan fauna di sepanjang sungai.

“ Aneh kok buang sampah ke parit itu didikan siapa? Parit itu bukan tong sampah sehingga, pihak kecamatan harus segera bertindak dan mengumpulkan seluruh kepala kampung yang berada di atas guna memastikan masyarakat tidak lagi membuang sampah ke parit,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah masyarakat di beberapa desa yang menerima sampah kiriman tersebut sering mengeluh namun, tidak adanya penyelesaian dan masyarakat yang berada di kota Simpang Balik Masih saja ada yang membuang sampah ke parit.

“ Kesadaran saat ini masih kurang dan sebagaian masyarakat menganggap itu bukan kewajiban dia padahal, itu sampah dia sendiri, ini adalah budaya buruk kita buang sampah ke parit buang sampah ke sungai dan budaya ini sudah bisa di tinggalkan, ” kata Sri Wahyuni.

Untuk itu kata Sri Wahyuni deperlukan peran pemerintah daerah agar lebih serius mencari solusi untuk persoalan sampah serta mengajak lembaga terkait untuk terlibat. “ Daerah kita kan daerah pertanian dan perkebunan kalau sampah tersebut tidak dikelola dapat mencemari lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, ” ungkapnya.

Ia menambahkan, sampah tersebut juga membawa bibit penyakit, dan tercemarnya sungai di Kabupaten Bener Meriah. “Kita juga mengkampanyekan wisata kalu kita tidak bisa mengelola sampah bagaimana Gayo bisa jadi destinasi wisata,” katanya.

Ia juga berharap, semua komponen ikut serta peduli terhadap lingkungan dan sampah baik itu, PKK yang ada di desa, pemuda dan masyarakat. “ Kita perlu tanamkan kesadaran buang sampah kepada masyarakat sebab kebersihan merupakan bahagian dari iman” terangnya.(Uri)

Komentar Anda
SHARE